Wisata Laut Terbesar di Indonesia Mulai Dibangun di Pekalongan September Mendatang

oleh -38 views

  • Jumat, 12 Juni 2020 | 09:37 WIB
  • Penulis:

PEKALONGAN, suaramerdeka.com – Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR) bakal membangun wisata laut terbesar di Indonesia di Kota Pekalongan. Pembangunan yang dibiayai pemerintah pusat mulai dikerjakan September mendatang dan rampung 2021.

Detail Engineering Design (DED) sudah dipaparkan tim Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Tengah (BPPW) Provinsi Jawa Tengah, Ditjen Cipta Karya Kemen-PUPR. Sementara  Tim Kemen-PUPR telah menyerahkan maket pembangunan wisata laut kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan.

Maket diserahkan Kepala Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Pemukiman Provinsi Jawa Tengah, Dwiatma Singgih Raharja kepada Wali Kota Pekalongan Mochammad Saelany Machfudz didampingi Wakil Wali Kota Achmad Afzan Arslan Djunaid dalam rapat koordinasi di Ruang Jetayu Setda Kota Pekalongan, Rabu (10/6).

Wali Kota Pekalongan mengatakan Pemkot terus mendorong terwujudnya penataan wisata air yang didasari janji dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono saat berkunjung ke Kota Pekalongan. ‘’Untuk pembangunan tahap pertama, akan dipusatkan di lokasi wisata Pantai Pasir Kencana,’’ kata Wali Kota.  Tahap kedua akan dibangun di Wisata Pantai Slamaran, tahap ketiga di Pantai Sari dan tahap keempat di wisata Pekalongan Mangrove Park.

Menurut Wali Kota dengan terwujudnya taman wisata laut  itu diharapkan dapat meningkatkan perekonomian menuju kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat di Kecamatan Pekalongan Utara.

‘’Kawasan utara merupakan kawasan yang masih menjadi permasalahan kita bersama karena terus dilanda rob, sehingga menyisakan berbagai masalah seperti pengangguran, keterbelakangan, dan kemiskinan. Dengan terwujudnya taman wisata laut ini, maka kami berharap bisa menumbuhkan perekonomian di kawasan utara,’’ kata Wali Kota.

Rekomendasi

Pemkot Pekalongan memberikan rekomendasi atau masukan terkait antisipasi meningkatnya ketinggian permukaan air laut. Mengingat, di kawasan pesisir utara setiap tahunnya sering dilanda rob. ‘’Semua sudah terkonsep matang. Tetapi dengan perkembangan situasi dan kondisi sekarang dengan air rob yang semakin naik setiap tahunnya, untuk mengantisipasi ketinggian dan luasan air rob supaya tidak berdampak pada wisata laut ini,’’ katanya.

Menurut Wali Kota dengan dana besar diharapkan bisa menjadi ikon wisata baru di Kota Pekalongan. ‘’Sangat disayangkan jika wisata baru ini nantinya hanya bisa bertahan tiga hingga lima tahun saja karena luapan air rob tersebut,’’ katanya.

Sementara itu, Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Pemukiman I BPPW Jateng, Dwiatma Singgih Raharja menjelaskan, pengerjaan kawasan wisata laut itu dilakukan secara multiyears hingga tahun 2021. “Proses lelang diperkirakan membutuhkan waktu dua hingga tiga bulan, mulai Juni hingga Agustus. Sekarang sudah final desainnya. Bulan September nanti bisa mulai pekerjaan di lapangan. ‘’Tahun depan wisata laut bisa dinikmati masyarakat,’’ katanya.


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *