Warga Cilacap Tak Pakai Masker Bakal Ditipiring dan Didenda Rp 50 Ribu

oleh -124 views


Cilacap, Serayunews.com-Meskipun pandemi Covid-19 belum benar-benar berakir, akan tetapi masih banyak masyarakat yang belum mau menggunakan masker, ketika keluar rumah. Padahal, menggunakan masker menjadi salah satu pencegahan penularan virus corona ini.

Dalam waktu dekat, masyarakat yang tidak menggunakan masker di Cilacap, akan kena tindak pidana ringan (tipiring) dan didenda minimal Rp 50 ribu. Aturan tersebut tercantum pada Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pencegahan dan Penanganan Penyakit yang saat ini masih dibahas oleh Panitia Khusus (Pansus) III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Cilacap.

Anggota Pansus III DPRD Cilacap, Ahmad Muslikhin mengatakan jika pada Raperda yang tinggal finishing ini, membahas beberapa poin. Diantaranya, terkait dengan tempat usaha, maupun tempat ibadah harus dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan. Dengan menyiapkan tempat cuci tangan, aturan jaga jarak, jumlah pengunjung, dan menggunakan masker.

“Dalam Raperda ini yang diatur jika bidang sosial seperti tempat ibadah, kalau tidak menggunakan protokol kesehatan, maka (kegiatan) dibubarkan. Jika tempat ekonomi yang menghasilkan seperti tempat usaha, toko, yang tidak sesuai protokol kesehatan, maka selain dibubarkan, pengelola juga akan didenda, dan dendanya paling banyak sebesar Rp 500 juta,” katanya, Senin (8/6/2020).

Selain itu juga diatur, masyarakat wajib menggunakan masker, ketika di luar rumah. Apabila masih didapati masyarakat yang belum bermasker, maka akan ditilang atau diproses tipiring. Dengan denda maksimal Rp 50 juta.

“Kalau tidak pakai masker didenda minimal Rp 50 ribu. Tapi nanti pertama diingatkan, dan diberi masker. Karena Pemkab sampai hari ini belum menganggarkan satupun masker bagi warga Cilacap. Nanti setelah diberi, jika masyarakat tetap tidak memakai, maka jika dijalan ditemui masih belum bermasker akan ditilang, kena tipiring dan disidang di pengadilan,” ujarnya.

Untuk itu, DPRD berharap Pemkab segera membagikan masker kepada masyarakat, melalui RT setempat. Sehingga bisa menjangkau seluruh masyarakat.

Peraturan ini, kata dia akan segera berlaku, jika nantinya Raperda sudah diundangkan. “Pertengahan Bulan Juni ini akan disahkan, dan akan segera berlaku,” katanya.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga mengatakan, pengawasan dan penegakkan Perda ini nantinya juga menjadi utama. Petugas keamanan, terutama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Cilacap harus dengan tegas melaksanakan Perda tersebut.

“Petugas harus dengan tegas mengawasi.
(Perda) Ini tidak memberatkan masyarakat, tetapi sebagai upaya agar masyarakat memiliki kesadaran, serta hidup disiplin di tengah pandemi Covid-19,” katanya.



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *