Wajib Tiket Cashless Masuk Obwis Hutan Pinus Limpakuwus

oleh -105 views

Banyumas, Gatra.com – Menjelang new normal objek wisata Hutan Pinus Limpakuwus, Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, Banyumas, Jawa Tengah, melakukan uji publik, Minggu (14/6). Pengelola destinasi di lereng Gunung Slamet ini menerapkan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat.

Junior Manajer Bisnis Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur, Sugito mengatakan, uji coba kepada masyarakat umum ini merupakan tahapan ketiga dari penyiapan protokol new normal di Badan Usaha Milik Negara tersebut.

Sebelumnya, pihaknya telah memenuhi sarana dan prasarana penunjang protokol kesehatan serta melakukan simulasi internal.

“Jadi tidak hanya internal, tapi publik atau masyarakat umum juga merasakan seperti apa sih wisata dengan pengaturan baru. Kami baru melaksanakan uji coba di satu lokasi di Hutan Pinus Lompakuwus, mulai hari ini,” kata Sugito, Minggu (14/6) petang.

Dia menjelaskan, destinasi wisata alam ini telah menerapkan protokol kesehatan yang mengacu panduan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Selain itu, tiket masuk juga menggunakan sistem pembayaran non tunai (cashless).

“Pengunjung 100 persen memakai sistem cash less, tidak ada tukar menukar uang. Kami juga tidak menyangka akan berhasil melaksanakan cashless ini,” akunya.

Sugito menambahkan, pada uji coba tersebut, kuota pengunjung dibatasi sebanyak 300 orang. Apabila kapasitas normal sebelum pandemi mencapai 2.500 orang, sementara untuk penerapan physical distancing kapasitasnya berjumlah 1.300 orang.

Dari pantauan, pada hari pertama uji publik tersebut, Hutan Pinus Limpakuwus dikunjungi 246 orang wisatawan hingga pukul 14.30. Sejumlah pengunjung terpaksa putar balik lantaran belum melakukan pendaftaran serta tidak memiliki alat pembayaran non tunai.

“Setelah pengelola HPL mampu melakukan pelayanan dengan protokol baru maka kita akan menggulirkan ke tempat lain di wisata KPH Banyumas Timur yang sudah kami siapkan secara bertahap,” tambahnya.

Wakil Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono mengatakan, SOP yang diterapkan Hutan Pinus Limpakuwus sudah memenuhi standar kesehatan serta lebih tertib. Protokol ini juga bisa dicontoh oleh destinasi yang dikelola Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas.

“Kita tidak perlu malu-malu. Pemda mencontoh yang dikelola pihak ketiga, kalau memang itu lebih bagus kita contoh saja,” ujarnya ketika melakukan inspeksi mendadak di Hutan Pinus Limpakuwus.

Menurut dia, Pemkab Banyumas akan membuka objek wisata secara bertahap. Dua objek pertama di Banyumas yang akan dibuka yaitu Lokawisata Baturraden dan Hutan Pinus Limpukuwus.

Pengunjung asal Purwokerto, Anesia Farah (22) mengaku tidak merasa kesulitan dengan protokol kesehatan yang diterapkan di objek wisata tersebut. Bahkan, dia merasa lebih aman dengan dari penyebaran.

“Gampang-gampang saja sih, kalau aku. Cuma masuknya sekarang tidak pakai uang cash. Kalau memakai masker sih sudah biasa. Sudah aman, tempat cuci tangan ada dimana-mana,” ucapnya.


Reporter: Nugroho Sukmono

Editor: Ambar Adi


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *