Tiada Hari Tanpa Razia Masker di Tawangmangu Karanganyar

oleh -2 views

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR – Tim gabungan gencar melakukan razia masker seiring meningkatnya kasus persebaran virus Covid-19 di wilayah Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribunjateng.com, jumlah kasus positif virus Covid-19 di Karanganyar sejumlah 64 kasus pada Sabtu (5/9/2020). Dari jumlah tersebut sebanyak 47 orang menjalani Isolasi mandiri dan 17 orang menjalani rawat inap. Dari jumlah itu di Kecamatan Tawangmangu diketahui terdapat sejumlah 15 kasus positif virus Covid-19.

Sebelumnya tim gabungan dari Forkopimca dibantu relawan dan Satpol PP telah menggelar razia masker di pintu masuk kawasan Tawangmangu seperti di Sumokado pada akhir pekan.

Dengan adanya peningkatan jumlah kasus Covid-19, tim gabungan akan menggelar razia masker baik siang, sore maupun malam hari.

Camat Tawangmangu, Rusdiyanto menyampaikan, razia ini guna menerapkan aturan dalam Perbup Nomor 52 Tahun 2020 tentang pedoman tatanan normal baru pada masa pandemi corona virus disease. Selain itu juga menyikapi peningkatan kasus Covid-19 di Tawangmangu.

Sosialisasi tentang kawasan wajib bermasker di Tawangmangu telah dilakukan baik kepada warga Tawangmangu melalui perangkat desa maupun warga luar daerah dengan memasang MMT di pintu masuk wilayah wisata itu. Sehingga dengan begitu wisatawan yang berkunjung ke Tawangmangu dapat mematuhi protokol kesehatan dengan mengenakan masker.

“Yang (wisatawan) kedapatan tidak mengenakan masker kita beri toleransi. Silahkan beli masker dulu, kalau nekat silahkan putar balik. Pembagian masker tidak ada, karena sekarang masker sudah jadi kebutuhan. Sosialisasi juga sudah dilakukan,” katanya saat dihubungi Tribunjateng.com, Sabtu (5/9/2020).

Dia menjelaskan, wisatawan yang berkunjung ke Tawangmangu tidak hanya saat pagi atau siang hari, tapi juga malam hari. Sehingga pihak Pemerintah Kecamatan bersama Polsek dan Koramil serta relawan akan melakukan razia saat malam hari.

“Pengunjung Tawangmangu tidak hanya siang hari. Warung (pinggir jalan) buka sampai malam. Mosok siang dioperasi, malamnya dibiarkan, kan tidak begitu. Kita keliling, kita ingin agar protokol kesehatan terus dilakukan masyarakat,” pungkasnya. (*)



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *