Terlibat Prostitusi Online Berkedok Jasa Pijat, Mahasiswa di Sleman Diringkus Polisi

oleh -111 views

AKURAT.CO, Seorang mahasiswa perguruan tinggi swasta (PTS) berinisial AP (21) alias Mas Kuyang alias Tong diringkus jajaran Polsek Mlati, Sleman. Warga Kaligesing, Purworejo, Jawa Tengah itu terlibat dalam kegiatan prostitusi online berkedok terapi pijat.

Kapolsek Mlati Kompol Hariyanto mengatakan, kasus ini terungkap pada 4 Juli 2020 setelah tim Patroli Cyber Polsek Mlati melakukan pemantauan beberapa hari sebelumnya. Tersangka ditangkap di sebuah hotel di wilayah Cebongan sekitar pukul 12.00 WIB.

“Tersangka ini diduga telah melakukan Tindak Pidana Perdagangan Orang atau barang siapa yang pencahariannya atau kebiasaannya dengan sengaja mengadakan atau memudahkan cabul dengan orang lain,” kata Kapolsek di markasnya, Mlati, Sleman, Selasa (14/7/2020).

baca juga:

Bersamaan dengan tersangka, turut diamankan VN (20), mahasiswa asal Cilacap, Jateng dan WP (32), warga Boyolali, Jateng. Dua orang berstatus saksi sekaligus korban ini adalah sosok yang dipekerjakan oleh AP alias Mas Kuyang untuk melayani tamu-tamu hidung belang.

Dijelaskan Hariyanto detail perkara yang dilakukan AP, yakni bermula saat tersangka melakukan perekrutan terapis pijat. Melalui Grup Facebook Info Loker Jogja dan Sekitarnya pada Juni 2020 silam.

Setelahnya, para calon tenaga yang dibutuhkan tersaring. “Namun, faktanya korban dibujuk untuk melayani hubungan seksual tamu,” kata Hariyanto.

Sejak Juni hingga Juli 2020, tersangka ini beroperasi dengan cara mempromosikan dan mencari tamu korban. Dengan cara mengunggah foto-foto korban di akun Twitter Citra Jogja, @citra_bojogja.

“Jika ada tamu berminat, maka tersangka lanjut komunikasi lewat WhatsApp tersangka. Tanpa sepengetahuan tamu, tersangka berpura-pura sebagai korban,” beber Hariyanto.

Kemudian, hasil komunikasi antara tersangka dan calon tamu disampaikan ke korban. “Jika deal, maka tamu membayar secara CoD ke korban di kamar hotel yang tersangka sewa,” sambungnya.

Sebelum penangkapan, tersangka berhasil mencarikan tiga orang tamu buat para korbannya. Di mana, waktu dan tempat transaksi juga diatur oleh AP.

 AKURAT.CO/Kumoro Damarjati

Tipe pelayanan tamu dibagi menjadi dua, yakni Short Time atau durasi pendek dengan tarif Rp500 ribu per tamu di mana tersangka mendapat bagian Rp100 ribu sementara korban sisanya. Jenis layanan kedua adalah Long Time untuk durasi yang lebih lama.

Dari jenis layanan ini, tersangka dapat jatah Rp200 ribu dan korban Rp600 ribu per tamu. “Biaya hotel diganti oleh korban dari uang jatah melayani tamu,” ujar Hariyanto menambahkan.

Kanit Reskrim Polsek Mlati Iptu Noor Dwi Cahyanto sementara menjelaskan, tersangka sudah beroperasi tiga mingguan. Setidaknya, tersangka berhasil menjaring 20 tamu.

“Awalnya korban tidak saling kenal dengan tersangka. Korban ya tahunya awalnya pijet, selanjutnya demikian. Tidak ada tekanan, tidak ancaman, karena orientasinya adalah uang,” papar Dwi.

Kata Dwi, tersangka ini merupakan mahasiswa PTS luar DIY. “Dia nekat berbuat seperti ini karena khilaf, tidak ada kebutuhan ekonomi yang mendesak dan mendapat ide (prostitusi online) dari temannya,” pungkasnya.

Dari kasus ini, polisi berhasil menyita barang bukti 2 unit handphone, uang tunai Rp1.050.000, sebuah kondom siap pakai, dan sebuah kondom bekas.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal Undang-undang Nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang atau Pasal 2 KUHP. Ancaman hukuman paling singkat 3 tahun dan maksimal 15 tahun.[]

Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *