Terjadi Peningkatan Kunjungan Wisata, GIPI DIY Meminta Semua Pihak untuk Disiplin Protokol Kesehatan

oleh -28 views

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nnada Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Kunjungan wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami peningkatan pada libur panjang yang bertepatan dengan HUT ke-75 RI kemarin.

Meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan membuat beberapa stake holder mengingatkan untuk tetap disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan.

Satu diantaranya, Dewan pengurus daerah (DPD) gabungan industri pariwisata Indonesia (GIPI) DIY.

Ketua DPD GIPI DIY, Bobby Ardyanto Setyo Aji mengatakan, selama libur panjang tercatat kenaikan okupansi hotel dan restoran sebesar 70 persen.

Libur Panjang HUT ke-75 RI, Okupansi Hotel di DIY Mengalami Peningkatan

“Kenaikan jumlah wisatawan memang merupakah hal yang positif. Namun, dengan meningkatnya jumlah kunjungan membuat stake holder sektor wisata harus tetap waspada dan disiplin dalam penerapan aspek protokol kesehatan,” jelasya kepada Tribunjogja.com, pada Selasa (18/08/2020).

Pengunjung wisata, kata Bobby, mayoritas berasal dari provinsi sekitar DIY seperti, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Daerah khusus Ibukota (DKI) Jakarta.

Sehingga, untuk pengawasan protokol kesehatan harus tetap maksimal.

“Bersama dengan Pemerintah daerah (Pemda) DIY dan Dinas Pariwisata DIY akan terus aktif melakukan pemantauan dan evaluasi di lapangan dalam penerapan protokol kesehatan,” terangnya.

Memang secara intens, lanjut Bobby, masih ditemukan kesulitab terutama bagi wisatawan yang tidak disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan.

Maka dari itu, pentingnya peran dari para stake holder wisata khususnya di Yogyakarta agar bisa memberikan progres positif akan pentingnya protokol kesehatan.

RESMI, Pemerintah Tetapkan Tanggal 21 Agustus 2020 Sebagai Hari Libur Cuti Bersama

“Memang masih ditemukan beberapa wisatawan yang masih belum sadar akan penting protokol kesehatan. Maka, untuk menyikapi kejadian seperti ini stake holder harus bisa memberikan pengetahuan agar wisatawan bisa teredukasi terkait keamanan dan kenyaman berwisata pada masa pandemi,” ujarnya.

Sementara itu, Bobby menambahkan, untuk wisatawan yang berkunjung diharapkan pula sudah mengerti akan kaidah dari standard operating procedure (SOP) terutama penerapan protokol kesehatan.

Sehingga, rasa keamanan dan kenyamanan selama berdestinasi wisata bisa tercipta.

“Protokol kesehatan itu harus dijalankan semua pihak. Untuk menghindari dari hal yang tidak diinginkan. Sehingga, rasa khawatir bisa diminimalisir,” pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM).



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *