Terdampak Covid-19, Pelaku Wisata di Gresik Beralih Bisnis Kuliner

oleh -599 views

TIMESINDONESIA, GRESIK – Pandemi Covid-19 membuat pelaku usaha wisata terdampak, salah satunya pemandu pariwisata (Guide). Untuk bisa survive, mereka melakukan banyak hal salah satunya beralih ke bisnis kuliner daring.

Seperti yang dilakukan Vebriani Astarina. Ia kini beralih profesi berjualan aneka kuliner kekinian seperti cireng, donat, dan pisang keju, serta ceker bumbu.

“Karena sektor usaha wisata lumpuh sejak adanya pandemi Covid-19. Makanya ini mencoba jualan daring,” katanya saat ditemui TIMES Indonesia, Senin (15/6/2020).

Meski tergolong baru dalam bisnis kuliner, Rina mengaku jualannya selalu laris manis. Bahkan, ia terus melakukan inovasi agar produk buatannya kian diminati oleh pelanggan.

Dalam menawarkan aneka kuliner buatannya, Rina memanfaatkan media sosial serta terus melakukan promosi melalui Facebook, Instagram hingga status WhatsApp.

“Jadi saya optimalkan promosi daring via medsos. Alhamdulillah, bagus dan sangat terbantu. Selain itu, saya selalu inovasi dan menambahkan varian rasa dalam kuliner yang dibuat,” jelasnya.

Diungkapkan Rina begitu panggilan akrabnya, sejak wabah Covid-19 ia tidak bisa beraktifitas di bidang wisata karena moda transportasi serta tempat wisata tutup selama dua bulan terakhir.

Bahkan waktu itu, perempuan berparas cantik itu memutuskan untuk pulang ke kampung halaman yang berada di Desa Siwalan Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik.

“Jadi ketika wisata mulai sepi. Saya pulang ke kampung halaman. Biasanya saya jadi pemandu wisata di daerah Semarang Jawa Tengah dan Jawa Barat,” ungkapnya.

Meski saat ini fokus berbisnis kuliner daring, Rina mengaku optimis jika pariwisata di Indonesia akan kembali bangkit. Apalagi, pemerintah saat ini menggaungkan era kenormalan baru.

Diakui Rina, saat ini merupakan waktu yang tepat agar dunia pariwisata kembali bergairah. Tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat serta melakukan aktivitas fisik berjarak sehingga bisa memutus mata rantai penyebaran virus.

“Intinya, pelaku wisata harus mematuhi protokol kesehatan ketat seperti anjuran pemerintah seperti bermasker, jaga jarak serta rajin cuci tangan,” imbuh Rina. (*)



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *