Taman Wisata Laut Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Pesisir – Radar Pekalongan Online

oleh -795 views

TINJAU – Wali Kota Pekalongan HM Saelany Machfudz melihat maket Taman Wisata Laut terbesar dari Kemen-PUPR, kemarin.

KOTA – Pemkot Pekalongan menerima maket Taman Wisata Laut terbesar dari Kemen-PUPR, belum lama ini. Itu pertanda, obyek wisata yang diimpikan masyarakat Pekalongan akan segera dibangun. Sehingga keberadaannya bisa meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat, terutama masyarakat pesisir Pekalongan.

Wali Kota Pekalongan HM Saelany Machfudz mengatakan, dengan dibangunnya wisata air terbesar, maka diharapkan juga bisa memberikan dampak positif kepada lingkungan dan kawasa utara. “Kami sangat bersyukur karena kawasan utara merupakan kawasan yang masih menjadi permasalahan kita bersama karena terus dilanda rob sehingga menyisakan berbagai masalah seperti pengangguran, keterbelakangan, dan kemiskinan. Dengan terwujudnya proyek ini maka kami berharap bisa menumbuhkan perekonomian di kawasan utara,” ucapnya.

Wali Kota menyebut, pembangunan kawasan pantai yang telah disetujui Presiden RI H Joko Widodo akan dilakukan secara bertahap. “Pembangunan wisata laut itu akan dibiayai penuh oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan sudah mulai dikerjakan pada akhir Maret 2020 kemarin dengan menggunakan anggaran sepenuhnya berasal dari APBN,” ujarnya.

Dikatakan, Pemkot Pekalongan terus mendorong terwujudnya penataan wisata air yang didasari janji dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono saat berkunjung ke Kota Pekalongan tahun kemarin. “Untuk pembangunan tahap pertama, akan dipusatkan di lokasi wisata Pantai Pasir Kencana. Kemudian tahap kedua akan dibangun di wisata Pantai Slamaran, tahap ketiga di wisata Pantai Sari dan tahap keempat di wisata Mangrove,” jelasnya.

Tahun ini lanjutnya, pekerjaan sudah mulai dengan Detail Engineering Design (DED) sudah selesai dipaparkan oleh tim dari Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Tengah (BPPW) Provinsi Jawa Tengah Direktorat Jenderal Cipta Karya
Kemen-PUPR. “Dengan terwujudnya taman wisata laut ini kami berharap dapat meningkatkan perekonomian menuju kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat di Kecamatan Pekalongan Utara,” harapnya usai menerima maket di Sekretariat Pemkot Pekalongan pekan kemarin.

Wakil Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid menambahkan, dalam rapat koordinasi tersebut, Pemkot Pekalongan juga memberikan rekomendasi atau masukan terkait antisipasi ketinggian permukaan air laut, mengingat di kawasan pesisir utara setiap tahunnya sering dilanda rob.

“Semua sudah terkonsep matang tetapi dengan perkembangan situasi dan kondisi sekarang dengan air rob yang semakin naik setiap tahunnya, kami dari Pemkot juga ada masukan-masukan untuk mengantisipasi ketinggian maupun luasan air rob nanti supaya tidak berdampak pada Wisata Laut ini nanti,” ungkapnya.

Dikatakan, dengan dana yang luar biasa ini diharapkan bisa menjadi ikon wisata baru di Kota Pekalongan, sangat disayangkan jika wisata baru ini nantinya hanya bisa bertahan 3-5 tahun saja karena luapan air rob tersebut.

Aaf menekankan dalam rekomendasi tersebut tim Kemen-PUPR dapat mempertimbangkan ketinggian di permukaan darat di kawasan wisata tersebut minimal 1 meter (100 cm) untuk menghindari limpasan air laut jika terjadi rob.

“Sudah ada diskusi dari tim provinsi dan pusat yang ditindaklanjuti dengan meninjau ke lokasi langsung, rencananya awalnya dari mereka akan ditinggikan 50 cm, tetapi kami memberi masukan minimal 100 cm melihat kondisi sekarang,” ucapnya.

Saat ini sambungnya, masih ada genangan air di obyek wisata pantai utara tersebut walaupun di tengah pandemi Covid kami tutup sementara, ini harus juga diantisipasi. “Kami percaya tim teknis ini semuanya sudah memikirkan segala teknisnya, seperti e-ticketing, parkir bus, semuanya tidak ada masalah,” beber Aaf.

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Pemukiman I BPPW Jateng, Dwiatma Singgih Raharja menjelaskan, pengerjaan Kawasan Wisata Laut ini dilakukan secara multiyears hingga tahun 2021 mendatang. Proses lelang, lanjut Singgih, diperkirakan membutuhkan waktu 2-3 bulan dari Bulan Juni-Agustus 2020.

“Sekarang sudah final desainnya, sehingga hari ini semakin memantapkan komitmen dari pemerintah daerah, kami mempresentasikan di hadapan wali kota beserta jajaran, pemkot pun sudah siap mendukung,” ucapnya.

Dwiatma bberharap di Bulan September nanti bisa action di lapangan dan di tahun depan sudah jadi wisata laut ini untuk bisa dinikmati masyarakat dan mudah-mudahan pandemi Covid-19 juga sudah berakhir. “Kami sudah melakukan studi aliran drainase termasuk pengaruh rob hingga ke skala kota, sementara dalam DED ini ketinggiannya masih 50 cm. Namun kami kaji kembali, secara desain sudah oke, hanya ketinggian saja tadi masukan dari Pemkot Pekalongan,” pungkas Singgih. (dur)

Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *