Stakeholder Pariwisata Perlu Tingkatkan Standar Kebersihan

oleh -437 views

  • Jumat, 12 Juni 2020 | 21:31 WIB
  • Penulis:

SEMARANG, suaramerdeka.com – Benita Arijani, Wakil Ketua Umum Kadin Jateng melihat ada terobosan yang bisa dilakukan industri pariwisata agar bisa bertahan di era new normal. Menurutnya, industri pariwisata harus mulai melakukan adaptasi perubahan.

“Digitalisasi berkembang sangat cepat, jadi bisnis pariwista harus bisa beradaptasi dan mengatur strategi model bisnis agar bisa bertahan di era normal baru,” ujarnya dalam webinar bertajuk “Menyongsong Kebangkitan Indsutri MICE di era New Normal” yang digelar Suara Merdeka Network bersama Kadin Jateng dan Alste Indonesia lewat aplikasi zoom yang disiarkan secara streaming lewat akun youtube Suara Merdeka, Jumat (12/6).

Selain itu yang perlu diperhatikan adalah soal kebersihan dan disiplin. Benita mengatakan dua kunci itu sangat penting. Stakeholder pariwisata perlu menerapkan standar kebersihan dan kesehatan yang sesuai standar global, memberikan dampak positif bagi wisatawan, pengunjung juga pekerja di sektor wisata jangka panjang.

“Bisa jadi di struktur manajemen hotelnya perlu ditambah satu manajer kebersihan, dimana khusus menangani kebersihan dan disiplin,” kata Benita.

Lebih lanjut, Benita mengatakan pemilihan MICE untuk satu kegiatan yang dapat segera dilaksanakan sangat tepat, MICE adalah bagian dari pariwisata. Peserta MICE biasanya juga tinggal lebih lama dan akan sangat menguntugkan. Sementara wisatawan non MICE, saat ini mereka tidak memilih tempat wisata yang memberikan satu pengalaman menarik tapi memilih tujuan wisata yang bebas covid 19 serta memiliki keamanan yang baik.

Pihaknya menambahkan Kadin Jateng bekerjasama dengan Kadin Kota Semarang juga Pemkot Semarang merencanakan untuk menjadikan semarang sebagai pilot project Semarang Bersih.

“Mensosialisasikan semarang bersih, merupakan satu bentuk sertifikasi yang akan diberikan kepada obyek pariwisata yang sudah memenuhi syarat kebersihan global yang sudah diterapkan, program ini bukan program bisnis untuk mendapat profit tapi ke arah sosial,” terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mendukung terkait sertifikasi yang akan diberikan kepada obyek pariwisata yang sudah memenuhi syarat kebersihan.

“Saya setuju, monggo kalau mau dimulai dilakukan sertifikasi untuk tempat-tempat MICE  atau tempat yang nantinya mendukung MICE di kota semarang boleh berkoordinasi dengan kawan-kawan dinas pariwisata,” tandasnya.


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *