Sikapi New Normal, Disporabudpar Grobogan Identifikasi Obyek Wisata

oleh -71 views

GROBOGAN, Radar Kudus – Disporabudpar Kabupaten Grobogan melakukan pengecekan kesiapan obyek wisata dan desa wisata. Idetifikasi tersebut menindaklanjuti hasil rapat bersama Pemprov Jateng untuk menyikapi new normal. Kali ini dilakukan di De Bale Cingkrong Desa Cingkrong kemarin.

Kabid Pariwisata Disporabudpar Grobogan Suliwati mengatakan untuk menuju new normal ada beberapa fase yang harus dilalui. Selain proses identifikasi, tempat wisata akan melakukan simulasi dan evaluasi. Jika tiga fase tersebut berhasil dilalui, maka bisa membuka dengan protokol new normal.

”Kami ingin memotivasi para pengelola tempat wisata ini, baik di bawah pemerintah maupun swasta. Proses identifikasi ini, kami ingin melihat apakah sarana dan prasana benar-benar masih dipelihara dan tidak ditinggalkan begitu saja,” ujarnya.

Pihaknya juga menyampaikan syarat protokol kesehatan yang wajib dilakukan sebelum mengajukan simulasi. Dari hasil identifikasi ini juga langsung diserahkan pada bupati selaku ketua GTPP Covid-19 untuk mendapatkan izin menjalankan simulasi.

”Dari identifikasi ini, ternyata semua pengelola belum punya inovasi menuju simulasi new normal. Masih banyak yang mereka siapkan. Karena banyak yang belum memasang tanda jaga jarak, tempat cuci tangan dan penyediaan hand sanitizer juga masih terbatas. Padahal, untuk menuju new normal, semuanya wajib menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus korona,” katanya.

Selain penyediaan tempat cuci tangan dan tanda untuk memandu masyarakat agar bisa jaga jarak, tempat wisata harus bekerja sama dengan pihak keamanan, yakni TNI-Polri. Kemudian, pengelola tempat wisata diminta bekerja sama dengan fasilitas kesehatan dan menyediakan mobil siaga.

”Nantinya Pemprov Jateng yang akan memilih satu desa wisata dan satu obyek wisata di setiap kabupaten dan kota untuk melakukan simulasi. Daerah hanya bisa merekomendasikan. Kalau belum diperbolehkan simulasi ya kami sampaikan ke pengelola,” ujarnya.

Saat simulasi nanti, waktu buka dibatasi maksimal tiga jam, bisa pagi atau sore hari. Usai simulasi itu, pihaknya akan menyampaikan hasilnya evaluasi. Jika proses ini bisa dilakukan sesuai syarat-syarat yang diberikan, tempat wisata bisa dibuka sesuai protokol new normal.

Sementara itu, Kepala Desa Cingkrong Jasmi menambahkan ia sudah siap untuk mengajukan simulasi. Pihaknya sendiri sudah menyediakan tempat cuci tangan, titik-titik penyediaan hand sanitizer, tanda jaga jarak dan menyediakan masker. Hanya, ada beberapa hal yang perlu dilengkapi lagi.

”Sebenarnya kami sudah siap menjalankan sesuai protokol kesehatan. Namun, setelah ditinjau ulang dari pihak dinas, ternyata masih ada beberapa yang perlu dilengkapi. Itu semua segera kami lengkapi. Kami berharap, bisa menjalankan simulasi dan diberi izin untuk kembali buka agar ekonomi warga kembali berjalan,” katanya.

Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *