Sektor Pariwisata Belum Bisa Operasional

oleh -27 views

  • Senin, 8 Juni 2020 | 23:15 WIB
  • Penulis:

UNGARAN, suaramerdeka.com – Sektor pariwisata belum bisa operasional karena adanya pandemi Covid-19. Menyikapi hal itu, Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang tengah mempersiapkan berbagai ketentuan termasuk simulasi terkait protokol kesehatan khususnya di lokasi wisata.

“Bagaimana melakukan protokol kesehatan jelas ada syarat-syaratnya, sesuai Surat Edaran (SE) Menteri Kesehatan,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, Dewi Pramuningsih, Senin (8/6).

Konsep simulasi pembukaan kembali wisata di Bumi Serasi, berdasarkan hasil rapat koordinasi melalui video konferensi belum lama ini, sebelum pengelola membuka kembali destinasi wisata wajib melakukan simulasi protokol kesehatan terlebih dahulu. Paling tidak ada kesiapan internal di tingkat pengelola dalam menerima kunjungan pariwisata. Termasuk dukungan aparat keamanan yang siaga di lokasi.

“Ambulans juga selalu siap, kita bekerja sama dengan Dinas Kesehatan. Itu item simulasi yang akan dilakukan,” ujarnya.

Hingga awal pekan ini, pihaknya masih menunggu standar operasional prosedur (SOP) yang dibuat oleh Pemprov Jawa Tengah. Rencananya ada tiga SOP, untuk destinasi wisata, rumah makan dan restoran, serta SOP bagi industri pariwisata lainnya. Ketika sudah SOP turun, maka akan segera disosialisasikan ke pelaku atau pengelola wisata yang ada di Kabupaten Semarang.

“Yang sekarang buka, adalah rumah makan yang di dalamnya ada tempat-tempat wisata. Memang kita tidak bisa tegas, karena dalam Instruksi Bupati Semarang menyebutkan rumah makan dan hotel diperkenankan dibuka,” ungkap Dewi.

Ia mencontohkan, hal itu diperkenankan untuk aktivitas di Cimory, Eling Bening, Umbul Sidomukti, dan Dusun Semilir. Sejalan dengan itu, Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang mengakui bila Surat Instruksi Bupati Semarang terkait penutupan obyek wisata yang masa berlakunya habis 29 Mei 2020 kemarin tidak bisa diperpanjang lagi. Alasannya, ada SE BNPB Nomor 6 Tahun 2020. Dalam SE itu disebutkan, untuk kebijakan masa pandemi Covid-19 menjadi kewenangan pemerintah pusat.

“Agenda simulasi penerapan protokol kesehatan di lokasi wisata mungkin digelar pertengahan Juni 2020,” imbuh dia.


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *