Sambut Era The New Normal, Objek Pariwisata di Banyumas Berbenah

oleh -33 views

PIKIRAN RAKYAT – Pemerintah Kabupaten Banyumas Jawa Tengah  melalui Dinas Pariwisata mulai melakukan berbagai persiapan  menyambut era “The New Normal” pariwisata pasca pandemi Covid-19.

Namun, soal kepastian kapan destinasi wisata di Kabupaten Banyumas  resmi dibuka, masih menunggu hasil rekomendasi Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Banyumas.

Dinas Pariwisata setempat  menyatakan, di era new normal ini  semua wisatawan  sangat peduli dan menuntut standar kebersihan, kesehatan, dan keamanan di destinasi wisata.

Baca Juga: Ancam Nyawa Pengendara, Puluhan Pengamen dan Opang Timbun Lubang di Ruas Jalan Raya Cicurug Sukabumi

“Saat ini kami sedang menyiapkan pemenuhan standar dan fasilitas pendukung kesehatan tersebut, yang akan diberlakukan di semua industri pariwisata di Banyumas, termasuk destinasi yang ada, diantaranya Lokawisata Baturaden, perhotelan dan rumah makan ,” kata  Kepala Dinas Dinporabudpar Kabupaten Banyumas Asis Kusumandani, Rabu 3 Juni 2020.

Asis mengatakan, sejumlah kegiatan persiapan yang kini sedang berlangsung dan akan dilaksanakan, antara lain pembersihan destinasi wisata, perbaikan fasilitas di destinasi wisata, penambahan fasilitas kebersihan, juga penyediaan fasilitas cuci tangan.

Persiapan yang sedang dilakukan dari sisi pekerja, wisatawan, maupun lokasi yang merujuk pada standar  operasional prosedur (SOP) protokol kesehatan Covid-19.

Baca Juga: Pesisir Ciemas Kabupaten Sukabumi Akan Menjadi Sentra Udang Nasional

Dinas Pariwisata saat ini mulai menyosialisasikan penggunaan transaksi non tunai dalam pembelian tiket masuk Lokawisata Baturraden. Pemeriksaan suhu tubuh,  memasang papan informasi prosedur berwisata era normal baru di sejumlah titik. “SOP ini untuk melindungi petugas dan kesehatan wisatawan sendiri,” katanya.

Pihaknya juga akan melakukan pembatasan jumlah pengunjung, maksimal adalah 50 persen dari angka kunjungan wisata saat peak season, atau tingkat kunjungan tertinggi seperti hari libur.

“Jika pengunjung sudah banyak loket akan kami tutup, kami tidak bisa gegabah menerima kunjungan wisatawan dalam masa pendemi, sebagai upaya untuk mengawali menggeliatkan kembali  sektor wisata,” tambahnya.

Baca Juga: Jawa Tengah Izinkan Masjid Dibuka di Zona Hijau, MUI Pusat Diminta Terbitkan Fatwa ‘Shift’ Salat

Mengenai kapan kepastian pembukaan industri wisata di Banyumas, Azis mengatakan, masih menunggu keputusan dari Tim Gugus Tugas Banyumas, tentunya keputusan tersebut dengan melihat perkembangan kasus Covid-19 di Banyumas.

Asis menambahkan,  sebelum diterapkan SOP akan diuji coba terlebih dahulu, “SOP ini juga mengatur pemandu dan destinasi wisata dalam menerima atau melayani wisatawan, yang wajib berpedoman pada protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19,” ujarnya.

Baca Juga: Batal Naik Haji Tahun Ini? Simak Syarat dan Cara Ambil Pengembalian Setoran Lunas Bipih 2020

Dengan kepatuhan pada SOP itu, akan membuat wisatawan merasa lebih aman dan nyaman saat berkunjung dan menikmati sarana dan prasarana pariwisata.

Selain itu, pembukaan perhotelan dan rumah makan juga mengacu pada SOP kesehatan, Misalnya  pada saat wisatawan menginap, akan dirinci prosedur apa saja yang harus diikuti pengelola. Seperti pengecekan suhu badan, penggunaan masker, penanganan kamar setelah tamu check out serta pendataan  identitas penggunjung, hal tersebut penting untuk memudahkan identifikasi jika terjadi kasus. ***



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *