Rugi Miliaran Akibat Banjir Rob, Petani dan Petambak Cilacap Menjerit

oleh -106 views

Ia mengatakan berdasarkan hasil pendataan, kerugian akibat rob yang dialami area pertambakan di Kecamatan Kawunganten mencapai Rp4,09 miliar, disusul Bantarsari sebesar Rp1,1 miliar, Kampung Laut Rp584 juta, Cilacap Utara Rp220 juta, Adipala Rp123 juta, Cilacap Tengah Rp75 juta, dan Jeruklegi Rp31 juta.

Seperti diwartakan rob yang melanda pesisir selatan Kabupaten Cilacap pada tanggal 25-28 Mei 2020 tidak hanya disebabkan oleh air pasang, juga gelombang di perairan selatan Cilacap maupun Samudra Hindia selatan Cilacap masuk kategori sangat tinggi karena mencapai 4-6 meter.

Serupa dengan perikanan, kerugian sektor pertanian akibat banjir rob yang terjadi berurutan pada akhir Mei 2020 di Cilacap diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Kepala Dinas Pertanian Cilacap, Supriyanto mengatakan kerugian itu berasal dari tanaman padi yang puso akibat rendaman, serta potensi penuranan produksi tanaman padi lantaran dampak banjir rob.

Menurut dia, meski belum selesai pendataan, hanya dari dua kecamatan saja ada lebih dari 1.175 hektare tanaman padi yang gagal panen dan mengalami penurunan hasil panen. Dua kecamatan tersebut yakni, Kecamatan Kawunganten dan Kecamatan Kampung Laut.

Dia menjelaskan, pendataan masih berlangsung lantaran yang terdampak banjir rob mencapai tujuh kecamatan dengan luasan lahan pertanian dan umur tanaman berbeda. Namun, kebanyakan tanaman berumur lebih dari 60 hari setelah tanam hingga padi yang sudah berbuah, kisaran umur 80-90 hari setelah tanam.

““Sudah umur 70-80, baru keluar malai. Yang seharusnya pada umur itu bulirnya sudah mulai berisi, kalau bahasa Jawanya, sudah temungkul. Itu tidak bisa. Kalaupun berisi, itu nanti roboh. Kalau tambah gede itu ya tambah parah,” ucap Supriyanto.

 

Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *