Ribut Ribut Saat Lebaran, Polisi Tangkap Belasan Pelaku

oleh -609 views


 

Kapolres Cilacap Tunjukan barang bukti kasus penganiyaan dan pengrusakan.

Cilacap, Serayunews.com – Puluhan pelaku penganiayaan maupun pengeroyokan yang terjadi saat malam dan hari lebaran lalu, diringkus polisi. Peristiwa penganiayaan, pengeroyokan yang terjadi di beberapa Kecamatan di Kabupaten Cilacap sebagian besar terjadi karena mereka salah mengartikan perayaan hari suci Idul Fitri. Beberapa diantaranya dipicu minuman keras dan gara gara petasan.

Pada peristiwa yang nyaris memicu konflik di wilayah Cilacap Selatan, polisi menangkap 9 orang yang terlibat dalam penganiyaan. Kapolres Cilacap AKBP Dery Agung Wijaya menjelaskan, pada awalnya enam pelaku sedang bermain petasan di Jalan Manunggal. Sekitar pukul 05.00 WIB Minggu (24/5/2020), ada beberapa orang yang dari arah Kamplingan di depan pertigaan jalan Manunggal – jalan Lingkar Selatan. Beberapa orang itu menggeber geber sepeda motor, namun saat itu para pelaku tidak menggubris.

Beberapa saat kemudian, mereka yang menyalakan petasan di Jalan Manunggal mendengar suara pecahan botol dan lemparan batu yang mengenai tempat rongsok.

Tak berselang lama, datang berinisial AF yang masuk ke dalam Gang Manunggal II dengan membawa linggis besi dengan panjang kurang lebih 50 cm sambil di ayun ayunkan. Korban kemudian mendekat ke arah sejumlah pemuda yang menyalakan petasan. Ketika AF hendak mengayunkan linggis ke arah para pemuda itu, namun sempat ditangkis. Dengan spontan, AF dikeroyok enam pelaku. Korban AF mengalami sejumlah luka bahu tangan dan mendapatkan jahitan di bagian wajah serta kepala.

“Enam pelaku yang sudah diamankan diantaranya, RCI (20), ATM (22) tahun, FR (21), TM (18), YSW (18) serta DNA (24) semuanya warga Kelurahan Sidakaya Kecamatan Cilacap Selatan,” jelasnya kepada wartawan.

Keributan di Jalan Manunggal yang berlanjut pada lebaran hari pertama sekitar pukul 08.00 WIB. Selain mengakibatkan kerusakan pada sejumlah rumah, seorang warga juga menjadi korban dan mengalami sejumlah luka.

Kapolres mengungkapkan, awalnya korban sudah berangkat bekerja, kemudian ditelfon salah satu anggota Pokdar Kamtibmas dan menginformasikan ada keributan disekitar rumah korban. Kemudian korban langsung pulang ke rumah dan mengganti baju seragam security dengan memakai baju Pokdar, setelah itu diluar terdengar keributan dan ada suara pecahan kaca dari salah satu rumah.

Korban spontan keluar rumah dan mencoba melerai akan tetapi korban malah dipukul salah satu pelaku. Setelah korban mundur ke belakang, beberapa teman pelaku memukul dan melempari korban dengan batu. Akibat peristiwa pengeroyokan tersebut korban mengalami luka memar di kepala bagian depan sebelah kanan, luka robek dipelipis mata sebelah kanan, luka lebam di mata sebelah kanan dan luka memar di pergelangan kaki kiri.

Para pelaku yang diamankan diantaranya, DA (24), RS (31) serta MH (25). Ketiganya warga Kelurahan Tegalkamulyan Kecamatan Cilacap Selatan.

“Dari peristiwa di jalan Manunggal itu, kami sudah mengamankan sejumlah pelaku. Sedangkan kesalahpahaman antara kedua kelompok masyarakat sudah dilakukan mediasi yang juga melibatkan tokoh masyarakat sekitar,” kata Kapolres.

Polisi juga menangkap para pelaku penganiayan yang terjadi saat malam hingga dini hari pada Lebaran lalu. Peristiwa itu terjadi di beberapa tempat berbeda diantaranya,

Polsek Adipala menangkap dua pelaku penganiyaan yakni WP (28) dan TR (22) warga Kelurahan Adipala Kecamatan Adipala. Kejadian bermula saat korban melintas dijalan Laut Desa Adipala sekitar pukul 03.15 Minggu (24/5/2020) Korban melihat ada sekelompok pemuda sedang nongkrong dipinggir jalan. Kemudian korban putar balik dengan maksud untuk bertanya, tetapi sewaktu baru berhenti tiba-tiba korban langsung dipukul kearah muka oleh para pelaku.

Polsek Maos mengamankan satu pelaku penganiayaan RIS (29) warga Desa Karangkemiri. Sedangkan Pelaku FAF (20) warga Desa Karangkemiri Kecamatan Maos yang kini buron, masih diburu polisi. Kasus Penganiayaan itu terjadi di Pos KamLing Desa Karangkemiri Kecamatan Maos pada Minggu (24/5/2020) dini hari.

Polsek Sidareja mengamankan dua orang yaitu SP (22) warga Desa Gintungreja Kecamatan Gandrungmangu dan GL (18) warga Desa Ciklapa Kecamatan Kedungreja. Peristiwa penganiayaan terjadi sekitar pukul 00.30 WIB, sewaktu korban bersama temannya berboncengan mengendarai sepeda motor. Ketika hendak melewati Jembatan Purwosari, diberhentikan oleh 2 orang laki-laki yang bernama Aged dan temannya. kemudian AGES mengatakan “kamu apa yang tadi meludahi teman saya?”, selanjutnya korban  jawab “tidak”, setelah itu ke 2 orang tersebut memanggil 2 temannya lagi, kemudian 2 orang laki-laki yang baru datang ( Pelaku yang bernama SP bin PUJIONO dan GGL bin WASIDI menghampiri korban l langsung memukuli korban di bagian kepala berkali-kali mengenai wajah korban hingga korban luka pada bagian muka, mata sebelah kiri memar,  kemudian setelah memukuli kotrban, mereka langsung kabur pergi.

Polsek Kawunganten mengamankan enam orang warga Desa Ujunggagak Kecamatan Kampunglaut. Mereka diantaranya, SI (26), AS (20), CS (22), RAR (26), ST (25) dan RO (24). Peristiwa penganiayan terjadi pada Sabtu (30/24/2020) sekira pukul 16.00 wib di Jembatan Panikel ikut Desa Panikel KecamatanKampung Laut. Akibat dari pengeroyokan itu korban mengalami luka robek pada 3 (tiga) bagian kepala  yang dijahit dengan masing masing 6 jahitan pada kepala bagian atas, samping kiri sebanyak 4 jahitan,  dan samping kanan belakang sebanyak 4 jahitan.



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *