Ratapan Pengelola Wisata Lembah Giri Ditengah Pandemi Yang Kian Tak Terkendali

oleh -450 views

WONOSALAM, Kabarjombang.com – 
Industri Pariwisata sebelum pandemi berlangsung, menjadi sektor yang cukup menjanjikan. Kini, industri ini malah menjadi salah satu aspek yang mengalami dampak kerugian paling parah selama Covid 19. Mereka harus tutup total sampai batas waktu yang tak bisa ditentukan.

Udara segar dan pemandangan alami adalah andalan Pariwisata di Lembah Giri, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang. Wisata yang terletak di lereng Gunung Kuncung ini menyediakan Villa dan sarana pelatihan dengan harga terjangkau.

Sejumlah papan petunjuk jalan serta keramahan warga sekitar yang menjadi penunjang utama bagi wisatawan yang sama sekali belum pernah menginjakkan kaki di Lembah Giri. Saat tim redaksi Kelomok Faktual Media (KFM) berkunjung ke Lembah Giri, suasana lengang jelas terasa di lokasi wisata. Di pos satpam hanya ada satu penjaga dan seorang perempuan penjaga Villa. Kami pun disambut Suharjo, pemilik dan pengelola Lembah Giri.

Sambil berkeliling area wisata, Harjo bercerita untuk merawat Lembah Giri ia dibantu oleh enam pegawai. Semuanya difokuskan merawat taman, villa, menghidupkan aliran listik, dan memastikan semua tetap indah dipandang. “Beberapa bulan ini tidak ada pemasukan sama sekali. Ya makan dari uang tabungan. Hingga saat ini masih bisa. Namun kalau keadaan terus begini ya jebol juga tabungannya,” seloroh yang tak mampu menutupi kegundahan hatinya, Jumat (5/6/2020).

Di hari biasa, terutama akhir pekan Lembah Giri ramai dikunjungi para wisatawan. Dalam catatan Harjo, mereka datang dari berbagai kota. Tidak hanya Jombang, wisatawan yang menginap di villa Lembah Giri, ada yang berasal dari Semarang Jawa Tengah hingga Palimanan Jawa Barat.

Matanya menerawang jauh. Harjo seakan mencoba menghapus kenangan buruk kala pandemi melanda. Sebuah kontrak dengan nilai ratusan juta sudah ditangan. Pembayaran uang muka pun yang telah dilakukan. Lembah Giri resmi menjadi tempat peristirahatan panitia dan peserta sebuah event berskala nasional. Pundi emas telah didepan mata. Mempercantik wajah Lembah Giri menjadi mimpi yang akan jadi nyata.

Pengelola wisata Lembah Giri hanya mampu memandangi loket masuk yang kosong melompong sejak pandemi berlangsung. Foto : tim KFM

Badai itu datang tanpa ada tanda. Hanya berselang hitungan hari sebelum event digelar. Seluruh mimpi itupun langsung ambyaarrrr. “Saya harus mengembalikan puluhan juta rupiah yang sudah saya terima sebagai uang muka, karena ini bencana yang tak bisa dihindari kedua belah pihak,” lirihnya.

Lembah Giri memang dikenal wisata alam dengan biaya murah. Setiap orang yang datang hanya dikenakan tiket masuk sebesar Rp. 5 ribu. Jika ingin berlama-lama menikmati suasana pedesaan di kaki gunung, pengelola menyediakan villa yang lumayan nyaman dengan hanya membayar Rp 300 ribu. Itupun bisa digunakan untuk rombongan. Tak pelak, Lembah Giri sering digunakan untuk kemah kader pramuka, reuni, dan pelatihan.

Gemericik air dari langsung dari mata air pegunungan, kicauan burung, hingga indahnya sang surya yang beranjak ke peraduan bisa dirasakan langsung dari puluhan villa Lembah Giri. Sebuah makam salah satu penyebar agama islam yang berada di puncak lembah, menjadi satu magnet tersendiri.

Bukit Doa Gunung Kuncung namanya. Dibukit ini terdapat makam Wali Wono Segoro. Banyak pengunjung, selain menikmati suasana tenang dan jauh dari hingar bingar perkotaan, juga kerap mengalap berkah di makam ini. Harjo bahkan memiliki harapan besar untuk bisa menyulap kawasan bukit doa menjadi kawasan wisata religi.

“Agar akses jalan dari kawasan wisata Lembah Giri bisa lebih mudah ke makam tersebut, saya bangun anak tangga permanen, kemudian tata kelola pedagang dan pengunjung. Namun lagi-lagi semua harus terhenti karena wabah corona ini,” tambah dia.

Impian mempersolek lembah giri dengan penambahan kolam renang serta sejumlah fasilitas lain pun turut tersapu badai covid19. “Semoga pemerintah bisa segera membuat aturan tentang new normal, agar sektor industri pariwisata bisa kembali dijalankan,” tambah Harjo memungkasi.

Tim Penulis :
– Slamet W
– Syarif A
– Beny H



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *