Pura Mangkunegaran Buka Mulai Senin

oleh -22 views

Jumlah wisatawan Pura Mangkunegaran akan dibatasi demi mematuhi protokol kesehatan.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO — Salah satu objek wisata di Kota Solo, Pura Mangkunegaran, siap buka kembali mulai pekan depan setelah penerapan normal baru. Pura Mangkunegaran ditutup untuk wisatawan umum sejak 18 Maret.

“Hingga hari ini, tanggal 11 Juli, kami coba simulasi sesuai dengan standar protokol kesehatan,” kata Abdi Dalem Pariwisata Pura Mangkunegaran Joko Pramudyo di Solo, Jawa Tengah, Sabtu.

Joko mengatakan, Pura Mangkunegaran akan resmi dibuka untuk umum mulai Senin (13/7). Sebelum dibuka, pihaknya sudah terlebih dahulu berkirim surat kepada wali kota Surakarta dan Dinas Pariwisata Kota Surakarta terkait rencana pembukaan tersebut.

“Intinya kami minta bimbingan dan beberapa waktu lalu Gugus Tugas Penanganan Covid-19 sudah datang ke Mangkunegaran dan mengecek sarana prasarana, sampai akhirnya diperbolehkan buka lagi,” katanya.

Joko mengatakan, pada pelaksanaannya nanti pihak pengelola tetap akan memerhatikan protokol kesehatan. Salah satunya dengan membatasi jumlah kunjungan.

“Jika biasanya satu pemandu wisata bisa membawa 40-50 wisatawan, ke depan tidak boleh. Satu pemandu maksimal hanya boleh membawa 10 wisatawan. Harapannya agar mereka lebih berhati-hati, ini juga sudah ada aturan tertulisnya,” katanya.

Sementara itu, sebagai langkah sosialisasi selama tanggal 13 Juli-30 September 2020 pihaknya akan menerapkan tiket dengan harga lama. Wisatawan domestik dikenakan Rp 10 ribu per orang dan wisatawan asing Rp 20 ribu per orang.

“Selanjutnya, sesuai dengan Dawuh Dalem, akan ada penyesuaian kondisi, mulai 1 Oktober tiket masuk Mangkunegaran untuk wisatawan domestik Rp 20 ribu orang, sedangkan mancanegara Rp 40 ribu per orang,” katanya.

Joko mengatakan sesuai dengan arahan pihak Pura Mangkunegaran, selama pandemi Covid-19 untuk rute perjalanan juga akan dikurangi. Wisatawan tidak diperkenankan memasuki ruangan Dalem Ageng, tetapi pintu dibuka sehingga pengunjung bisa lihat dari Paringgitan.

“Meski demikian, para pengunjung juga tidak boleh ambil foto karena cahaya foto bisa mempercepat proses pelapukan dari benda koleksi,” katanya.

Dengan demikian, menurut Joko, ruangan yang boleh dikunjungi adalah Pendopo Ageng, Paringgitan, Bale Warni, Taman Bale Warni, Pracimoyoso, dan ruang makan.

sumber : Antara



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *