Puluhan Orang Berburu Harta Karun Makam Kuno “Wong Kalang” di Hutan Blora

oleh -27 views

 

BLORA, KOMPAS.com – Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Blora, Jawa Tengah berkoordinasi dengan Polsek Tunjungan menggagalkan aktivitas perburuan liar harta karun di makam kuno “suku primitif” di tengah hutan di Desa Tunjungan, Kecamatan Tunjungan.

“Iya kemarin malam kami hentikan dan diamankan untuk diedukasi,” kata Kepala Dinporabudpar Kabupaten Blora, Slamet Pamuji saat dihubungi Kompas.com melalui ponsel, Kamis (9/7/2020).

Dijelaskan Slamet, sebelumnya pihaknya menerima informasi jika ada puluhan orang berbekal linggis, cangkul dan alat pendeteksi logam sedang berburu harta karun di kawasan hutan Perhutani tersebut.

Baca juga: Mendulang Harta Karun Sriwijaya di Desa Pelimbangan, Antara Nasib Nelayan dan Sejarah (2)

Belakangan diketahui jika para pemburu harta karun dari Kecamatan Kunduran, Blora tersebut menggali lokasi yang disinyalir sebagai titik bersemayamnya harta peninggalan “Suku Kalang” atau ” Wong Kalang“.

Meski lokasi penggalian tersebut belum ditetapkan sebagai kawasan bersejarah, namun sebagai bentuk edukasi aktivitas seperti itu selazimnya dihentikan.

Paling tidak, ada upaya sosialisasi jika mengambil benda cagar budaya (bekal kubur) tanpa ijin melanggar UU no 11 tahun 2010 tentang cagar budaya.

“Kecuali ada izin penelitian dari intansi berwenang. Ini kan jelas melanggar sebab tujuannya hendak mengambil bekal kubur suku kalang. Setelah diberikan pemahaman, mereka kemudian diminta membuat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya,” kata Slamet.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Dinporabudpar Kabupaten Blora M Solichan Mochtar mengatakan, selama ini kawasan hutan di Kabupaten Blora menjadi sasaran para pemburu harta karun makam kuno Suku Kalang. 

“Makam kuno Wong Kalang diperkirakan tersebar di 16 kecamatan di Blora dan berlokasi di hutan. Selama ini informasinya banyak yang berburu karena tak mengetahui peraturannya,” kata Solichan.

 

Wong Kalang

Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *