PPDB SD-SMP Cilacap Mulai Awal Juli, Digelar Empat Hari

oleh -471 views

  • Jumat, 12 Juni 2020 | 06:45 WIB
  • Penulis:

CILACAP, suaramerdeka.comPelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) SD-SMP di Kabupaten Cilacap diagendakan awal Juli 2020. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap, Budi Santosa mengatakan, tahap pendaftaran itu akan berlangsung empat hari. Yakni mulai tanggal 1 sampai dengan 4 Juli 2020. “PPDB akan dimulai awal Juli. Sekarang masih dalam tahapan sosialisasi,” kata Budi Santosa.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap, Kastam menambahkan, sosialisasi terkait PPDB sudah dilaksanakan sejak awal bulan Mei lalu. Sosialisasi dilakukan mulai dari tingkat kabupaten, Korwil untuk SD dan Komda untuk SMP.

“Saat ini sudah ditindaklanjuti oleh masing-masing Korwil atau Komda ke satuan-satuan pendidikan. Dan satuan-satuan pendidikan itu juga masih berproses menyosialisasikan ke masyarakat sekitar yang akan menjadi pengguna pelayanan PPDB itu,” kata Kastam.

Pelaksanaan PPDB untuk jenjang SMP, lanjut dia diutamakan menggunakan model dalam jaringan (daring, atau online). Adapun untuk jenjang SD menggunakan luar jaringan (luring, atau offline).

“Tetapi kami juga tidak menutup mata, bahwa letak geografis di wilayah Cilacap tidak semua SMP memungkinkan melaksanakan PPDB daring. Sebagian ada yang berada di daerah pegunungan, bahkan ada yang di seberang pulau. Di mana di beberapa wilayah itu kesulitan jaringan internet. Jadi, sekolah-sekolah (SMP) yang memang dimungkinkan akan mengalami kendala kalau menggunakan daring, maka diijinkan dengan menggunakan luring,” papar dia.

Baca juga: Cilacap Siapkan Konsep Pembelajaran untuk Masa New Normal

Pihaknya sudah membuat beberapa mekanisme tentang pelaksanaan PPDB menggunakan luring. Satu di antaranya, dapat dilakukan oleh orang tua calon siswa dengan cara datang langsung ke sekolah. Cara itu harus ditempuh dengan menerapkan protokol kesehatan, berikut pembatasan-pembatasan.

Model lain dalam PPDB luring juga dapat dilakukan melalui jemput bola. Model jemput bola dapat ditempuh oleh petugas pendaftaran dengan cara datang ke sekolah-sekolah. “Di mana di SD-SD, kemudian sudah dipetakan. Anak ini daftar ke mana, yang itu daftarnya ke mana. Kemudian petugas datang ke sekolah (SD) untuk mengambil dokumen atau formulir anak-anak yang kebetulan mendaftar di sekolah (SMP) tertentu tadi,” kata dia.

Yang ketiga, bisa dilakukan oleh panitia pendaftaran bekerja sama dengan masyarakat. “Panitia datang ke rumah-rumah, yang memang anak tersebut akan mendaftar ke sekolah itu. Kemudian didata, supaya tidak terlalu banyak kontak fisik,” katanya.


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *