Potret Malioboro Ramai Pesepeda, Sultan HB X: Jangan Sampai Saya Close

oleh -433 views

Potret Malioboro Ramai Pesepeda, Sultan HB X: Jangan Sampai Saya Close
Jalan Malioboro. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com – Berbagai daerah di Tanah Air bersiap sambut masa “new normal”. Sejumlah tempat wisata mulai dibuka dan perlahan aktivitas warga mulai kembali seperti biasa.

Namun, banyak warga yang memaknainya pada masa kenormalan baru itu, kondisi telah pulih seperti semula. Akibatnya banyak warga memadati jalan raya tanpa memedulikan protokol kesehatan yang harus dipatuhi.

Hal itulah yang terjadi di kawasan Malioboro Jogja pada Minggu (7/6). Tanpa mengindahkan protokol keamanan, mereka memadati jalanan Malioboro dengan bersepeda. Bahkan bagi warga yang tak punya sepeda, mereka memadati toko sepeda untuk membeli kendaraan ramah lingkungan itu.

Kepadatan yang terjadi di kawasan Malioboro itu memancing kekesalan Gubernur DIY Sri Sultan HB X. Dilansir dari Humas DIY pada Senin (8/6), Sultan mengatakan akan menutup Malioboro dan titik-titik keramaian lainnya apabila pengunjung tidak tertib. Berikut selengkapnya.

1 dari 5 halaman

Merugikan Banyak Pihak

malioboro ramai pesepeda

©YouTube/HumasJogja

Melihat peristiwa tersebut, Sri Sultan HB X menyayangkan sikap para pengunjung yang tidak disiplin. Menurutnya, ketidakdisiplinan dan menurunnya kesadaran masyarakat akan berdampak negatif bagi semua pihak. Oleh karenanya, Sultan sangat berharap agar hal tersebut tidak terus berlanjut.

“Minggu malam saya keluar keliling lewat Malioboro. Banyak yang kongkow tidak pakai masker dan tidak jaga jarak. Saya sudah telpon Pak Heru (Wakil Walikota Jogja) dan Pak Sekda untuk koordinasi soal penertiban. Pemda DIY siap membantu apa yang dibutuhkan Kota terkait penertiban ini,” ungkap Sri Sultan dikutip dari Humas Pemda DIY.

2 dari 5 halaman

Antisipasi Terjadi Kluster Baru

malioboro ramai pesepeda

©YouTube/HumasJogja

Sri Sultan mengatakan, walaupun Malioboro merupakan tanggung jawab Pemkot Yogyakarta, namun Pemda DIY siap memberikan dukungan penertiban sesuai dengan apa yang dibutuhkan.

Sultan juga berharap Malioboro yang berada di jantung kota tetap aman dan tidak terjadi kluster baru di sana karena pengunjungnya yang tidak tertib.

“Kalau terjadi sesuatu di Malioboro nanti tracingnya susah. Apalagi mungkin mereka juga ada yang datang dari luar daerah,” jelas Sultan.

3 dari 5 halaman

Sultan HB X: Jangan Sampai Malioboro Saya Close

malioboro ramai pesepeda

©Twitter/timesindonesia

Selain itu, Sultan juga berharap adanya kesadaran dari berbagai elemen masyarakat yang beraktivitas di luar rumah untuk mematuhi protokol kesehatan.

Untuk Malioboro, Sultan meminta para pedagang kaki lima mematuhi protokol tersebut dengan dengan menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun, memeriksa suhu tubuh, memakai masker, meminimalisir kontak, dan juga jaga jarak.

Selain itu, para pengunjung juga diminta untuk mematuhi aturan dengan memanfaatkan fasilitas protokol pencegahan yang ada.

“Saya minta kesadaran mereka di Malioboro dan di manapun mereka berada. Kalau minggu depan ada yang kumpul-kumpul tanpa mematuhi protokol pencegahan COVID-19, saya akan bubarkan karena resiko terlalu besar. Jangan sampai saya ‘close’ karena tidak patuh aturan,” tegas Sultan.

4 dari 5 halaman

Siap Tertibkan Masyarakat

malioboro ramai pesepeda

©Twitter/timesindonesia

Menanggapi arahan dari Sultan HB X, Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji menyatakan siap melaksanakan arahan tersebut dengan melakukan penertiban pada masyarakat. Dia mengatakan pihaknya akan menempatkan sejumlah petugas pada sejumlah titik kerumunan masyarakat.

“Melihat perkembangan di masyarakat dan atas dawuh Ngarsa Dalem, kita akan tempatkan orang-orang di kerumunan untuk menertibkan mereka yang tidak patuh. Harus jaga jarak, cuci tangan, pakai masker. Kalau ngeyel, bubarkan. Kalau nggak pakai masker suruh pulang,” tegas Aji dilansir dari Humas DIY.

5 dari 5 halaman

Butuh Dukungan Masyarakat

malioboro ramai pesepeda

©Twitter/amienri7onga

Aji menambahkan, masyarakat harus benar-benar menerapkan disiplin tinggi dan kesadaran penuh untuk mencegah penularan Virus Corona.

Menurutnya, aturan-aturan yang telah dibuat oleh pemerintah tidak akan berjalan efektif kalau masyarakat tidak mendukung sepenuhnya aturan tersebut.

[shr]



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *