Ponpes Sulit Terapkan Physical Distancing

oleh -525 views

Cilacap, Gatra.com – Pondok Pesantren di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah kesulitan menerapkan normal baru atau new normal sesuai dengan protokol pencegahan penularan Covid-19 yang diwajibkan pemerintah.

Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Cilacap, Banu Tolib Majid mengatakan, salah satu yang tersulit dilakukan di lingkungan pesantren adalah physical distancing. Pasalnya, nyaris semua pondok pesantren menerapkan asrama secara komunal.

Misalnya, kamar yang diisi oleh beberapa santri sekaligus. Menurut dia, sudah banyak pengasuh pesantren yang mengeluh perihal physical distancing jika itu wajib diterapkan di pesantren.

“Paling banyak dikeluhkan oleh pengasuh itu kan seperti itu loh. Kita, misalnya di kamar ukuran 4×4 meter itu diisi 10 sampai 15 santri. Kalau dibatasi physical distancing itu sih bagaimana?,” ucapnya.

Dia menjelaskan, saat ini Kementerian Agama masih menggodok rancangan edaran sebelum pemberlakukan normal baru di pesantren. Sebab, meski sama-sama lembaga pendidikan, persoalan pondok pesantren lebih kompleks dibanding sekolah biasa.

“Itu memang ada yang (menerima dengan alasan) toh tidak semua santri di kamar. Itu juga akan menjadi item yang akan dibahas dalam surat edaran,” katanya.

Banu Tolib menerangkan, di Cilacap terdapat 254 pondok pesantren yang terdaftar. Santrinya berjumlah antara puluhan hingga ribuan orang. Hingga saat ini, seluruh ponpes belum aktif. Kemenag juga menyarankan pengasuh ponpes memasukkan santri ke asrama setelah ada panduan kesehatan dan edaran dari Kementerian Agama.

“Secara normatif seperti itu. Menunggu keputusan dari pusat,” tandasnya.


Reporter: Ridlo Susanto

Editor: Ade Lukmono


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *