Polres Mimika Rekonstruksi Penyerangan Kantor Freeport ke Dalam Hutan

oleh -39 views

JawaPos.com–Satuan Reserse dan Kriminal Polres Mimika, Papua, terus mendalami kasus penyerangan pusat perkantoran PT Freeport Indonesia di Kuala Kencana oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada 30 Maret. Sudah dua kali petugas masuk ke kawasan hutan di belakang Kota Kuala Kencana untuk melakukan rekonstruksi kasus tersebut.

Kasatreskrim Polres Mimika AKP M. Burhanudin Yusuf Hanafi mengatakan, rekonstruksi tersebut membawa serta tersangka TW, anak buah Joni Botak, pimpinan KKB Kali Kopi yang diduga kuat melakukan penyerangan ke pusat perkantoran Freeport
di Kuala Kencana. Rekonstruksi tersebut untuk mengetahui secara detail situasi dan kondisi saat kelompok itu masuk ke Kuala Kencana.

”Sudah dua kali kami masuk ke hutan sana. Di sana kami mendapatkan beberapa kamp (bivak) yang menjadi tempat pertemuan kelompok itu sebelum masuk ke Kuala Kencana,” kata Burhanudin seperti dilansir dari Antara.

Dia mengakui, kamp yang menjadi lokasi pertemuan KKB sebelum melakukan penyerangan ke perkantoran Freeport di Kuala Kencana pada 30 Maret, berada jauh di tengah hutan rimba. Butuh waktu berjam-jam, Tim Reskrim Polres Mimika bersama Satgas Nemangkawi mencapai lokasi itu.

Dekat lokasi kamp terakhir itu, tersangka TW diketahui menyerahkan magasin berisi amunisi kepada Joni Botak, sebelum melakukan penyerangan ke kantor Freeport. ”Kami membuatkan sketsa siapa-siapa yang hadir saat mereka melakukan pertemuan terakhir itu. Memang keterangan tersangka ini masih banyak yang berubah-ubah, apakah dia lupa atau ada yang sengaja ditutup-tutupi. Ini yang masih terus kami dalami lagi,” terang Burhanudin.

Pengakuan TW, para anggota KKB yang berjumlah lebih dari 10 orang diketahui sempat bermalam di kamp terakhir. ”Mereka bermalam di situ, masak dan membuat api. Ada juga yang jaga-jaga. Baru pada pagi subuh mereka masuk ke Kuala Kencana,” kata Burhanudin.

Tersangka TW dan seorang rekannya berinisial YM diamankan sesaat setelah keluar dari Wisma Atlet Timika pada Jumat (22/5). Keduanya sempat diisolasi di Wisma Atlet Timika, penampungan pasien Covid-19 maupun orang dengan status pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang tanpa gejala (OTG) lantaran tertangkap tangan sedang berkeliaran di jalanan Kota Timika saat pembatasan sosial diperluas dan diperketat (PSDD). Keduanya dimasukkan ke Wisma Atlet, setelah hasil rapid test mereka dinyatakan positif atau reaktif.

Kapolres Mimika AKBP IGG Era Adhinata sebelumnya menyatakan, Polres Mimika telah mendapatkan informasi bahwa ada jaringan KKB Kali Kopi yang turun ke Timika, baik pasukan maupun penyuplai bahan makanan. ”Termasuk TW dan YM. Pada Jumat (22/5), kami mendapatkan informasi TW dan YM berada di Wisma Atlet Timika,” ujar Era Adhinata.

Aparat memonitor keberadaan TW dan YM di Wisma Atlet Timika dari luar pagar. Keduanya dilaporkan pernah berusaha kabur, dengan cara melompat pagar tembok, namun berhasil diamankan kembali untuk menjalani isolasi.

”Mereka berdua memang benar merupakan anggota KKB Kali Kopi, anak buah Joni Botak. Salah satunya terlibat dalam sejumlah aksi penembakan di wilayah hukum Polres Mimika. Dari hasil pemeriksaan, keduanya mengaku anggota pasukan KKB yang turun ke Kota Timika,” kata Era Adhinata.

Saksikan video menarik berikut ini:

 

 

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara

Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *