PKM Semarang Diperpanjang, Pernikahan Boleh tapi Tetap Dibatasi

oleh -177 views

SEMARANG, KOMPAS.com – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memberikan kelonggaran selama penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Salah satunya, warga Semarang boleh melaksanakan pernikahan selama penerapan PKM.

Namun pernikahan dibatasi dan harus mengedepankan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.

“Seperti pernikahan dan pemakaman tetap diperbolehkan. Kalau kemarin dibatasi 10 orang, sekarang maksimal 30 orang. Tapi tetap menekankan unsur SOP kesehatan,” kata pria yang akrab disapa Hendi itu, Minggu (7/6/2020).

Baca juga: Pemkot Semarang Perpanjang PKM, Tempat Ibadah dan Olahraga Mulai Dibuka

Sebelumnya, Hendi telah memutuskan untuk memperpanjang penerapan PKM selama 2 pekan ke depan, yakni mulai 8 Juni hingga 21 Juni 2020 mendatang.

Selama PKM jilid 3 itu diperpanjang, beberapa sektor lain seperti pelaksanaan tempat ibadah hingga tempat olahraga juga telah diberikan kelonggaran.

Namun, khusus di sektor pariwisata, Hendi belum mengizinkan untuk beroperasi selama 2 pekan ke depan.

Kendati demikian, Hendi meminta kepada pengelola hotel dan restoran untuk menciptakan kreasi dan inovasi, supaya sektor pariwisata tidak berhenti sama sekali.

“Pariwisata masih pada sebuah titik kesimpulan sementara 14 hari ini tidak ada perkembangan peluang tersebut. Tapi kita minta khususnya yang hotel dan resto membuat langkah kreasi dan inovasi supaya pariwisata tidak berhenti sama sekali,” kata dia.

Baca juga: Pasien Corona di Gunungkidul Bertambah, Ratusan KK Menjalani Isolasi Mandiri

Sedangkan untuk tempat hiburan, Hendi mengatakan, khusus tempat biliar telah dimasukkan dalam kelompok tempat olahraga, sehingga diizinkan beroperasi.

“Yang lain tempat hiburan masih tetap tidak boleh beroperasi. Namun tempat biliar akan kita masukkan dalam kegiatan olahraga yang di dalam Perwal akan mulai kita buka kelonggarannya. Gor Tri Lomba Juang akan jadi role model penerapan berolahraga tapi dengan SOP kesehatan ketat,” kata Hendi.

Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *