Pertumbuhan Ekonomi dan PAD Daerah Epicentrum Covid-19 Terpukul Hebat

oleh -3 views

Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu, Astera Primanto Bhakti. ©2020 Merdeka.com/Dwi Aditya Putra

Merdeka.com – Kementerian Keuangan mencatat daerah dengan penyebaran virus corona tinggi mengalami penurunan pertumbuhan ekonomi. Beberapa di antaranya DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, dan Sulawesi Utara.

“Dari hasil analisis kita daerah, yang terpaparnya tinggi ini berdampak pada pertumbuhannya besar,” kata Dirjen Perimbangan Keuangan, Astera Primanto Bhakti, dalam Talk Show Daerah Bangkit, Indonesia Maju, Jakarta, Kamis (27/8).

Di DKI Jakarta dengan persentase penyebaran 20-25 persen mengalami pertumbuhan ekonomi minus 8 persen. Di Jawa Tengah pertumbuhan ekonomi minus 5,5 persen.

Sementara itu, di Bali meski bukan wilayah epicentrum penyebaran virus, pertumbuhan ekonomi mengalami kontraksi hingga minus 11 persen. “Bali jadi yang terdalam karena dilihat dari komponennya pariwisata, transportasi, makanan dan minuman,” kata Primanto.

1 dari 1 halaman

Pukul PAD

Selain itu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga mengalami penurunan. PAD DKI Jakarta misalnya, mengalami penurunan hingga 50 persen dari sebelum pandemi Covid-19.

Adanya perlambatan ekonomi ini membuat pemerintah pusat meminta pemerintah daerah menggunakan anggaran untuk kegiatan penanganan Covid-19. Dana pemerintah pusat secara agregat juga turun 15,9 persen. Termasuk dana transfer daerah ada Rp 9,4 triliun yang dilakukan adjustment.

Selain itu, di awal pandemi berlangsung, pemerintah pusat melakukan belanja untuk sektor pariwisata. “Kita lakukan spending traveling dan kita punya jubah pariwisata (untuk menangani perlambatan sektor pariwisata),” kata dia.

Meski pada akhirnya kebijakan ini diakui tidak efektif. Sebab, di masa pandemi semua orang diminta beraktivitas di dalam rumah untuk memutus rantai penyebaran virus corona. “Ternyata kondisi berbeda karena orang tidak bisa pergi, ini dari masalah kesehatan ini jadi masalah sosial- ekonomi,” kata dia.

(mdk/bim)

Baca juga:
Sri Mulyani Sebut Vaksin Berimplikasi ke Kegiatan Masyarakat dan Ekonomi
Sri Mulyani Soal Resesi Ekonomi RI: Jangan Menyerah Dulu, Kita Upayakan
Apindo sebut Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Belum Merata
Pertumbuhan Ekonomi 2021 Diramal 3,7 Persen, Ini Syaratnya
Dorong Ekonomi RI, Pemerintah Diimbau Tingkatkan Stimulus Penanganan Corona
Sri Mulyani Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III-2020 Minus 2 Persen
Jokowi Harap Tol di Aceh Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Sumatera



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *