Perlu Ada Inovasi, Ini Kata Para Pakar UGM Terkait Penerapan Kebijakan Normal Baru

oleh -221 views

Perlu Ada Inovasi, Ini Kata Para Pakar UGM Terkait Penerapan Kebijakan Normal Baru
Gedung UGM. ©ugm.ac.id

Merdeka.com – Penerapan kebijakan normal baru perlu dipersiapkan agar dalam pelaksanaannya tidak terjadi masalah. Masalah itu terutama peluang munculnya penyebaran gelombang kedua, mengingat akan terjadi kerumunan dengan penerapan normal baru itu.

Terciptanya kerumunan kemungkinan akan terjadi di berbagai tempat mulai dari di pasar, di terminal, tempat ibadah, tempat wisata, dan tempat-tempat lain. Perlu banyak inovasi untuk bisa menerapkan normal baru pada berbagai tempat itu.

Mengenai penerapan normal baru, Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumardi, memiliki pendapatnya sendiri terutama pada bidang transportasi. Menurutnya, kesehatan merupakan faktor paling penting dalam menentukan arah kebijakan normal baru itu.

“Selain membangun konektivitas yang berkeamanan dan berkeselamatan, transportasi kini juga harus berkesehatan. Bahkan, soal kesehatan ini menjadi faktor paling utama saat ini,” jelas Budi Karya dikutip dari Ugm.ac.id.

Selain dari ranah transportasi, penerapan kebijakan normal baru akan berdampak pada berbagai sektor seperti sektor pendidikan, ekonomi, serta sosial.

1 dari 5 halaman

Perlu Ada Inovasi

menhub budi karya sumadi

©Liputan6.com/Tira Santia

Budi Karya mengatakan perlu ada inovasi terkait penerapan kebijakan normal baru terutama di bidang transportasi. Menurutnya, kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan haruslah memberikan solusi dan manfaat bagi orang banyak dengan membangun transportasi yang humanis dan higenis serta bisa mengurangi kontak antar orang.

“Kami telah menggandeng UGM, UI, ITB, dan ITS serta para ahli kesehatan, para operator transportasi, dan pemangku kepentingan lainnya. Kami akan berkolaborasi dan bersinergi untuk menyusun dan menentukan kebijakan yang paling tepat dalam fase adaptasi kebiasaan baru bertransportasi ini,” terang Budi dalam Webinar bertemakan Bersiap Menuju Era New Normal yang diselenggarakan pada Selasa (9/6).

2 dari 5 halaman

Peran Penting Tenaga Kesehatan

tenaga medis berpelukan

Liputan6 ©2020 Merdeka.com

Menurut Budi, para tenaga kesehatan seperti dokter, perawat, dan apoteker nantinya akan berperan penting dalam penanganan COVID-19 di tengah masyarakat, terutama dalam mendorong masyarakat untuk memiliki budaya hidup lebih bersih.

Dalam webinar itu, Budi menjelaskan akan ada dua keuntungan apabila kebiasaan baru itu bisa dijalankan. Pertama, protokol kesehatan akan menjaga Indonesia dari ancaman pandemi yang berkelanjutan, sedangkan yang kedua, melindungi kehidupan masyarakat dari ancaman masalah baru seperti krisis fiskal, ketahanan pangan, dan gangguan sistem pendidikan.

3 dari 5 halaman

Penerapan Kuliah pada Era New Normal

kuliah online

©2020 Merdeka.com

Sementara itu Dekan Fakultas Farmasi UGM Prof. Dr. apt. Agung Endro Nugroho mengatakan perlunya straegi dan pendekatan kegiatan pembelajaran pada era new normal. Menurutnya, beberapa penyesuaian yang dilakukan antara lain pemanfaatan teknologi informasi dan big data dalam kegiatan pembelajaran itu.

Nantinya, beberapa penyesuaian yang dilakukan terkait kegiatan belajar mengajar adalah penerapan pembelajaran online dalam perkuliahan dengan tetap memperhatikan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) dari para mahasiswanya.

“Pembelajaran berbasis konten dari rekaman video kemudian diunggah di YouTube atau web sistem. Pembelajaran itu kemudian dikombinasikan dengan komunikasi email, grup media sosial, website fakultas, dan bentuk lainnya. Inilah yang kemudian harus diikuti baik dosen maupun mahasiswa agar mereka terbiasa menggunakan teknologi informasi di saat-saat seperti ini,” terang Endro.

4 dari 5 halaman

Dampak Ekonomi dan Sosial dari Pandemi

pasar tradisional sosial distancing di surabaya

©2020 AFP/JUNI KRISWANTO

Sementara itu dekan FISIPOL UGM, Prof. Dr. Erwan Agus Purwanto mengatakan merebaknya pandemi telah memberikan dampak pada berbagai sektor, khususnya pada sektor sosial dan ekonomi. Masing-masing dampak punya tingkatannya sendiri mulai dari parah, sedang, ringan, hingga tidak terdampak.

Sektor yang merasakan dampak paling parah adalah sektor pariwisata, penerbangan, oil, dan gas. Sektor yang merasakan dampak ringan adalah real estate, kimia, dan pertanian. Sedangkan yang tidak merasakan dampak sama sekali adalah sektor media, telekomunikasi, high tech, dan farmasi.

Sementara itu pada sektor sosial, dampak dari adanya pandemi adalah perubahan pola hidup mulai dari bekerja, sekolah, bersosialisasi, dan beribadah. Selain itu juga muncul stigma terhadap penderita COVID-19 dan keluarganya, seperti penolakan jenazah korban COVID-19 di berbagai daerah.     

5 dari 5 halaman

Menyesuaikan Protokol Kesehatan dengan Berbagai Sektor

6 potret warga beradaptasi hadapi new normal

©2020 Merdeka.com

Karena itulah Erwan mengatakan diperlukan organisasi dan manajemen kebijakan dalam menyambut era normal baru. Selain itu perlu ada panduan kebijakan untuk mengendorkan PSBB pada level nasional untuk dijadikan pedoman oleh para pemangku kebijakan.

Panduan itu nantinya harus bisa melingkupi semua jenis kegiatan seperti kegiatan sosial, keagamaan, pendidikan, dan perkantoran.

“Tantangannya adalah bagaimana menyusun protokol tersebut, mensosialisasikan, dan mengawasi pelaksanaannya agar konsisten,” ujar Erwan, Rabu (10/6).

[shr]



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *