Pengusaha Bus Pariwisata di Jateng Minta Beralih ke Bus Umum AKDP: Sedang Kami Carikan Rutenya

oleh -3 views

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Penyebaran virus corona Covid-19 berimbas buruk bagi kelangsungan usaha transportasi, termasuk bus pariwisata.

Dibandingkan pelaku usaha bus untuk angkutan umum baik Antarkota Antarprovinsi (AKAP) atau Antarkota Dalam Provinsi (AKDP) reguler, usaha penyewaan bus pariwisata terpuruk paling dalam akibat pandemi.

Bus-bus pariwisata merupakan usaha sewa carteran pada objek- objek wisata.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah, Satriyo Hidayat, menuturkan sebelum pandemi, operasional angkutan pariwisata sangat hebat pada periode Januari-Maret.

“Namun, setelah pandemi, semua kontrak dibatalkan. Lantaran protokol di tempat pariwisata belum disiapkan,” kata Satriyo saat diskusi terkait transportasi di masa pandemi di Hotel Noormans Semarang, Selasa (25/8/2020).

Akibatnya, armada bus pariwisata harus terpaksa dikandangkan selama pandemi ini.

Padahal, lanjutnya, pengusaha bus pariwisata sudah membuat hitung- hitungan beban biaya seperti pajak dan KIR. Namun, alat produksi berupa armada bus tidak jalan.

Oleh karena itu, beberapa pengusaha bus pariwisata meminta pengalihan status menjadi bus angkutan umum reguler AKDP.

“Mereka meminta agar diubah. Kami pun mencarikan rute yang bisa diterima pengusaha. Namun, ada syarat segmennya tidak di (kelas) ekonomi yang naik dan turun di sembarang jalan,” jelasnya.

Menurutnya, ada dua perusahaan otobus (PO) dengan 12 armada yang akan dialihkan menjadi transportasi umum. Rute yang ditawarkan yakni Lasem- Brebes, Lasem- Borobudur dan Lasem- Klaten.



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *