Pendaki Dibatasi, Tradisi Upacara HUT RI di Puncak Lawu Juga Ditiadakan : Okezone News

oleh -3 views

KARANGANYAR – Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Karanganyar, Jawa Tengah membatasi jumlah pengunjung ke puncak Gunung Lawu. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung di masa pandemi Covid-19 menjelang HUT ke-75 RI.

Kepala Disparpora Karanganyar Titis Sri Jawoto mengatakan, jumlah para pendaki naik ke Puncak Gunung Lawu dibatasi tidak boleh melebihi angka 350 orang per hari.

“Bila mengacu pada Perbup Nomor 52 Tahun 2020 tentang pedoman tatanan normal baru pandemi Covid-19 juga SE bupati No 440/2.921.5 tentang protokol kesehatan, jumlah pendaki tidak boleh melebihi angka 700 orang per hari. Tapi karena ada pembatasan, pendaki yang diizinkan naik tidak boleh melebihi angka 350 orang pendaki setiap hari,” ujar Titis, Minggu (16/8/2020).

Baca Juga:  Besok, Naik Transjakarta Akan Diiringi Lagu Indonesia Raya Sepanjang Jalan

Menurut Titis, angka pendaki tak boleh melebihi jumlah 350 orang naik ke puncak Gunung Lawu itu berlaku untuk semua jalur pendakian. Baik dari jalur Cemorokandang maupun dari jalur Centho.

“Jika kuota sudah memenuhi target 350 orang, maka kami akan menutup sementara pendakian berikutnya,” jelas Titis.

Bagi pendaki yang sudah datang dan kuota sudah penuh diharapkan untuk menunggu giliran selanjutnya. Biarkan para pendaki lain turun terlebih dahulu. “Harap dipahami aturan ini, karena hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19,” tandasnya.

Titis meminta pada para pendaki yang sudah terlanjur datang, sedangkan kuota pendakian sudah penuh, untuk menunggu terlebih dahulu, dan jangan memaksa untuk naik.

Pembatasan para pendaki ini ditujukan agar tak timbul klaster baru yaitu klaster Gunung Lawu. Untuk itu, mengantisipasi lonjakan pendaki, pihaknya bersama Polsek Tawangmangu dan dan personel Babinsa sudah melakukan pengecekan terhadap para pendaki di pintu masuk pendakian Cemoro Kandang.

“Pengecekan terkait syarat dan ketentuan yang harus ditaati. Seperti membawa bekal pendakian yang lengkap. Termasuk protokol kesehatan seperti menggunakan masker, membawa hand sanitizer,” papar Titis.

Baca Juga:  Berani Gelar Lomba 17 Agustus di Jakarta, Siap-Siap Dibubarkan Satpol PP

Terpisah, salah satu relawan dari Karanganyar Emergency (KE) yang juga pecinta alam, Rifan Feirnandhi mengatakan meski sudah ada pembatasan jumlah pendaki, namun di pintu masuk pendakian, baik jalur Cemorokandang dan jalur Cethi, lonjakan pendaki semakin banyak. Begitu pula di Pintu masuk Cemoro sewu, Magetan, Jawa Timur, jumlah pendaki pun semakin banyak.

“Mayoritas para pendaki kurang memperhatikan informasi kalau ada pembatasan pendaki tersebut. Antisipasi, mereka menunggu di bawah, sampai yang di atas turun. Kalau yang di atas sudah turun, yang dibawah diizinkan naik,” papar Rifan.

Menyusul adanya pembatasan jumlah pendaki, untuk sementara waktu tradisi upacara memperingati HUT RI di puncak Lawu terpaksa ditiadakan. “Saat ini, di gunung ditiadakan upacara 17-an karena situasi kondisi pandemi ini sangat riskan,” pungkasnya.

(Ari)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *