Pemprov Jateng Siapkan Rp 40 M untuk Benahi Pasar — RADARSEMARANG.ID

oleh -87 views

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan menata sejumlah pasar tradisional di sekitar kawasan Candi Borobudur. Di antaranya Pasar Prembulan di Desa Tegalarum dan Pasar Ikan Ngrajek di Desa Ngrajek.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melihat potensi dua pasar tradisional itu sangat besar. Sebab, di sekitar pasar sudah berdiri Balkondes yang dapat dijadikan tempat penginapan turis serta fasilitas lain seperti kampung kerajinan dan sebagainya.

“Ketika Borobudur ditetapkan sebagai kawasan wisata dunia, maka supporting kawasannya harus dilakukan,” kata Ganjar saat berkunjung ke Kota dan Kabupaten Magelang Kamis (16/7/2020).

Pemprov akan melakukan penataan dengan design pasar-pasar tradisional dibuat lebih bagus sehingga wisatawan tertarik berkunjung. Pasar tradisional di sekitar Borobudur harus bersih, tertata dan menarik. Tidak hanya menjual sayuran saja, tapi kerajinan masyarakat juga harus digerakkan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umu, Bina Marga dan Cipta Karya Jateng Hanung Triyono menerangkan, rencana penataan pasar-pasar tradisional itu akan dimulai tahun depan. Anggaran sebesar Rp 30 miliar, kata Hanung, sudah disiapkan dalam penataan tersebut. “Rinciannya untuk Pasar Ikan Ngrajek sebesar Rp10 miliar dan Pasar Prembulan Rp20 miliar,” imbuhnya.

Salah satu pedagang di Pasar Prembulan, Marsinah, 67, mengatakan senang mendapat kabar bahwa pasar tempatnya berjualan sejak puluhan tahun akan ditata. “Nggeh remen sanget (ya senang sekali). Kersane rame (biar tambah ramai),” ucapnya.

Kemarin, Ganjar juga menggelar rapat tertutup terkait penanganan Covid-19 di kantor Wali Kota Magelang. Ia meminta bupati dan wali kota konsentrasi menangani Covid-19 dengan melakukan 3T, yakni testing, tracing, dan treatment.

Menurut Ganjar, penanganan Covid-19 masih jadi prioritas di Jateng yang kasusnya masih fluktuatif. Di lain sisi, sektor ekonomi lokal pun harus dibangkitkan. Ia minta agar penyerapan APBD guna penanggulangan Covid-19 dioptimalkan. Tujuannya agar stimulus ekonomi bisa dilakukan secara maksimal. Salah satu contoh, pemerintah harus meningkatkan belanja ke usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). “Kita diminta untuk segera mengeluarkan seluruh APBD-nya. Dan itu kesempatan di bulan Juli, Agustus, September,” tuturnya.

Ganjar juga mengapresiasi penanganan Covid-19 yang dilakukan Pemkot Magelang. Sudah sekitar sebulan, di Kota Gethuk ini tidak ada penambahan kasus positif. Menurutnya kondisi ini harus dipertahankan dengan patuh menerapkan protokol kesehatan. (had/put/ton/bas)

 

Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *