Pemkab Purbalingga Siapkan Sektor Pariwisata Menyonsong New Normal

oleh -163 views

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA – Jelang New Normal Pemerintah Kabupaten Purbalinga akan persiapkan sektor pariwisata.

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi menuturkan sektor pariwisata di daerah harus bersiap untuk menuju tatanan normal.  

Pihaknya akan menggelar Focus Grup Discusion (FGD) untuk menyusun konsep sektor pariwisata dalam tatanan baru. 

Tukul Arwana Dilarang Menikah Lagi Oleh Anaknya

Dorce Gamalama Bermimpi Didatangi Orang Tua, Suruh Temui Raffi Ahmad

Geng Kriminal Ini Menyamar jadi Dokter dan Kenakan APD, Tak Disangka Inilah yang Mereka Lakukan

Mantan Kapolri & 2 Relawan Jokowi Duduki Kursi Komisaris BUMN Waskita Karya yang Baru

Konsep yang akan disusun terkait kesiapan dan protokol kesehatan.

“Setelah konsep matang, Purbalingga khususnya sektor pariwisatanya akan menyongsong era baru, era new normal atau tatanan baru,” jelasnya dalam keterangan pers Humas Pemda Purbalingga,  Sabtu (6/6/2020).

Bupati akrab disapa Tiwi mengatakan pandemi Covid-19 semua sektor, tanpa kecuali harus mempersiapkan diri dengan berbagai fasilitas dan protokol kesehatan untuk menuju penerapan era tatanan baru atau new normal. 

Presiden Jokowi juga memberikan arahan agar ditengah pandemi corona masyarakat tetap produktif namun  aman dari Covid-19.

“Purbalingga saat ini masih menunggu kebijakan-kebijakan dari pemerintah pusat maupun provinsi, terkait waktu  dan standart tatanan baru di sektor pariwisata,” tuturnya penyerahan bantuan bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif terdampak Covid-19 di Pendapa Dipokusumo.

Sementara itu pengelola Owabong Eko Susilo mengatakan, selama Owabong tutup sementara akibat pandemi Covid-19, dimanfaatkan  merawat semua fasilitas yang dimiliki Owabong. 

Termasuk membuat standart protokol kesehatan sesuai arahan Kementerian Kesehatan diantaranya fasilitas cuci tangan di sejumlah sudut, papan imbauan, penggunaan APD bagi petugas loket dan   membuat video protokol kesehatan di sektor wisata air beserta  simulasinya.

Eko mengatakan sektor pariwisata air memiliki keunikan tersendiri dalam memenuhi protokol kesehatan terkait adanya Covid-19. 

Menurut pakar di Singapura, air yang mengandung klorin justru akan mematikan kuman maupun virus.

““Kami pikir tidak menjadi masalah untuk sektor wisata air. Yang penting ketika didarat menggunakan masker, jaga jarak, dan cuci tangan. Kami akan rutin melakukan pengukuran kadar klorin dan Ph nya,” jelasnya. (rtp)

Pelaku Teror Pocong di Purbalingga Sudah Ditangkap, Polisi Belum Tetapkan Tersangka

Yayasan Yasanti Galang Dana untuk Perempuan Pekerja Rumahan Terdampak Corona di Semarang

Polsek Prembun Kebumen Berikan Bantuan APD di Kampung Polmas Siaga Covid-19

Terima 8 Laporan KDRT Selama Pandemi, LRC-KJHAM: Akses Terbatas Membuat Korban yang Melapor Sedikit



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *