Pemilihan Duta Wisata Karangayar Tanpa Ingar Bingar

oleh -19 views

Karanganyar, Gatra.com – Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Karanganyar membuka seleksi calon duta wisata 2020. Pasangan pemenang digadang-gadang mampu membangkitkan pariwisata Karanganyar yang lesu.

 

Kepala Disparpora Karanganyar Titis Sri Jawoto mengatakan ajang tahunan itu bakal berbeda pada tahun ini. Mulai dari seleksi sampai final, bakal menerapkan protokol kesehatan.

 

“Cara pemilihannya menyesuaikan tatanan normal baru. Yang jelas meminimalisasi tatap muka dan pengumpulannya,” kata Titis kepada Gatra.com di Karanganyar, Kamis (4/6). 

 

Dikatakan, event pemilihan duta wisata Kabupaten Karanganyar selalu dinanti. Ajang tersebut menjadi batu pijakan para putra daerah meraih cita-citanya. Tak sedikit mereka dilirik pencari bakat. Selain itu diprioritaskan bekerja di perusahaan daerah. Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya penyelenggaraannya tahun ini dibuka. Meski, jenjang sayembara tak diadakan di tingkat provinsi. 

 

“Biasanya pemenang Putra Putri Lawu (PPL) maju ke Mas Mbak Jawa Tengah. Tapi sekarang karena pandemi Covid-19, ajang Duta Wisata Jawa Tengah ditiadakan. Sedangkan PPL ini dibuka untuk mewadahi minat bakat generasi muda di tingkat kabupaten saja,” kata Titis. 

 

Sejak dibuka pendaftaran pada April lalu, 30 orang telah mengisi formulir. Rencananya final pemilihan pasangan Duta Wisata Kabupaten Karanganyar pada Juli 2020. 

 

Kepala Seksi Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Karanganyar, Wuryani Rudra Nur Utami mengatakan seleksi calon duta wisata terbagi menjadi beberapa tahapan. Seleksi administif didasari berkas pendaftarannya yang dikirim via online. Namun untuk krosceknya, pendaftar tetap harus bertemu panitia. 

 

“Calon duta wisata harus memiliki kepribadian bagus. Itu perlu komunikasi langsung agar kami bisa menakar kualitasnya. Tes-tes lain juga tidak bisa kalau secara online. Sebisa mungkin tetap mematuhi protokoler kesehatan,” katanya. 

 

Saat final mendatang hanya dilakukan di dalam ruangan tanpa mengundang massa maupun pendukung untuk meminimalisasi kerumunan. 


Reporter: Abdul Alim Muhamad Zamzami

Editor: Andik Sismanto


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *