Pelaku Usaha Ultra Mikro Dibantu Permodalan

oleh -393 views

  • Program Sahabat UMI

  • Jumat, 5 Juni 2020 | 19:53 WIB
  • Penulis:

PURWOKERTO, suaramerdeka.com – Kantor Cabang Aksi Cepat Tanggap (ACT) Purwokerto menyalurkan program Sahabat Usaha Mikro Indonesia (Sahabat UMI) kepada pengusaha mikro di wilayah Barlingmascakeb (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap dan Kebumen).

Aksi ini dilakukan mulai tanggal 29 Mei 2020 dan akan terus diimplementasikan sampai Pandemi Covid 19 berakhir.

“Sampai dengan Kamis, (4/6), sudah 15 orang yang menerima bantuan modal usaha ini. Bantuanya disalurkan secara langsung door to door, dan Insyaallah akan terus bertambah sampai pandemi covid ini selesai,” kata Rama selaku staff PIC Program ACT Purwokerto.

Program Sahabat UMI adalah program pemberian sedekah modal kerja dan pendampingan untuk pelaku usaha ultra mikro yang terdampak pandemi Covid-19.
Sedekah modal kerja yang diberikan kepada pelaku usaha ultra mikro sebesar Rp 500.000 per orang dengan akad hibah. Penerima manfaat program juga akan mendapatkan pendampingan pengembangan kapasitas usaha dari aspek spiritual dan manajemen wirausaha.

Program ini diperuntukan bagi perempuan tulang punggung keluarga dari keluarga prasejahtera yang merupakan pelaku usaha ultra mikro dan memiliki usaha dengan modal di bawah Rp 1.000.000.

Pemberian sedekah modal usaha ini tidak mensyaratkan agunan fisik atau hal lainnya. Penerima manfaat wajib memiliki usaha dan pengalaman berjualan sebelumnya. Bersedia mengikuti segala ketentuan dan proses implementasi program dari lembaga dan tidak dalam proses atau pengajuan modal usaha dari lembaga lainnya.

“Program ini bertujuan menghidupkan kembali semangat berdagang dan pemberian modal usaha sesuai dengan syariat dan tuntunan Rasullulah,” kata Rama menjelaskan.

Kepala Cabang ACT Purwokerto, Andi Rahmanto menambahkan, dalam program tersebut ATC juga memberikan pendampingan kepada para penerima manfaat, baik segi manajemen maupun strategi pemasaran produk.  

“Supaya mereka bisa segera stabil dan kembali survive untuk kehidupan sehari-harinya,” katanya.

Salah seorang penerima manfaat program Sahabat UMI, Dasimah mengatakan, biasanya ia berjualan jajanan di sekolah. Namun, semenjak ada kebijakan belajar di rumah, penjualan menjadi sepi.

“Sejak ada korona kan sekolah libur jadi yang beli sepi, sampai uang yang untuk memutar modal menipis. Jadi sekarang daganganya sedikit. Alhamdulillah terima kasih ini ACT sudah memberi bantuan modal jadi dagangan saya lengkap dan menarik lagi,” tuturnya.

Selain memberikan modal usaha dan pendampingan, ACT Purwokerto juga mengedukasi para penerima bantuan modal terkait dengan pentingnya meningkatkan kualitas ibadah dan bersedekah. Harapannya, setelah usahanya sukses, mereka bisa turut membantu umat dalam aksi kemanusian lainya.


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *