Pelaku Pariwisata Minta Bupati Cabut SE

oleh -278 views

  • Jumat, 12 Juni 2020 | 23:30 WIB
  • Penulis:

SLAWI, suaramerdeka.com – Ketua FK Pariwisata DPP 2 Jateng, Setya Teguh Yuwana mengatakan para pelaku usaha pariwisata meminta Bupati Tegal mencabut surat edaran penutupan destinasi wisata dan menerbitkan surat edaran pembukaan destinasi wisata secara terbatas dengan mengedepankan protokol kesehatan.

Selain itu, pemerintah melalui instansi terkait melakukan sosialisasi dan pengawasan penerapan protokol kesehatan di lingkungan usaha sektor pariwisata. ‘’Hasil FGD hari ini akan segera kami sampaikan kepada Bupati Tegal,’’ kata Teguh, Kamis (11/6).

Teguh bertindak sebagai moderator pada Forum Group Discussion (FGD) Percepatan Pembukaan Destinasi Wisata di Kabupaten Tegal, di Hotel Grand Dian Slawi, Kamis (11/6).

Hadir mengikuti FGD, perwakilan dari Dinas Porapar, Dinas Kesehatan, pengurus Badan Promosi Pariwisata Daerah, BPC PHRI Kabupaten Tegal dan Asita Kabupaten Tegal serta  pelaku pariwisata Guci, Purwahamba Indah dan Cacaban.

Baca Juga: 10 Pengelola Wisata Ajukan Izin Operasional

Ketua FK Pariwisata itu mengatakan Forum mendesak Pemkab segera mengambil langkah cepat dan  tepat guna memulihkan seluruh destinasi pariwisata terdampak Covid-19. Bahkan, mereka mengharapkan tempat wisata bisa dibuka 15 Juni 2020.

Sementara Plt Sekretaris Dinas Kepemudaan,  Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Tegal, Mahdi menyebutkan, pariwisata perlu menyiapkan diri menyambut tatanan baru (new normal), sehingga aktivitas bisa berjalan normal dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

’’Pemkab berharap new normal berjalan dengan baik, usaha jalan dengan protokol kesehatan. Jangan smpai di tengah jalan dibatalkan karena ada penambahan kasus Covid-19,’’ kata Mahdi dalam sambutannya.

Ketua BPC Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Tegal, Agus Budiyanto berharap destinasi pariwisata terutama Guci bisa dibuka sebelum 1 Juli 2020 lantaran pengelola  kesulitan dalam keuangan.

‘’Bila mengacu SE, Bupati tidak pernah menutup hotel dan restoran. Jadi biarkan hotel dan restoran mulai berkarya,’’ kata Agus.

Meski demikian, Agus menekankan perlu edukasi tentang protokol kesehatan kepada pelaksana  tugas di lapangan, masyarakat, pengelola wisata dan pengunjung tempat wisata . ‘’Kita harus mengedukasi bagaimana melaksanakan new normal dengan menerapkan protokol kesehatan,’’ katanya.

Agus mengatakan, bila tempat pariwisata dibuka, hotel dan restoran beroperasi, diperlukan kontrol dari Polres, Kodim dan Satpol PP. Yang melanggar diberikan sanksi, yang taat mendapat reward.

Sementara itu, anggota Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (Asita) Kabupaten Tegal, Riyanto mengatakan, pihaknya berharap agar dilakukan persiapan matang sebelum membuka destinasi wisata.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit  (P2P) Dinas Kesehatan,  dr Joko Wantoro mengatakan, saat ini Kabupaten Tegal  masuk dalam kategori kuning, artinya risiko rendah penyebaran Covid-19.

Namun, beberapa hari terakhir justru penambahan kasus positif  Covid-19 di Bojong dan Pagiyanten. Di Bojong terdapat penambahan tiga kasus dan klsster Pagiyanten terdapat penambahan lima kasus positif Covid-19.

Joko  selaku juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tegal, menegaskan,belum bisa merekomendasikan untuk membuka wisata air.’’Untuk wisata air, akan sulit melakukan social distancing. Berenang tidak mungkin memakai masker dan jaga jarak,’’ katanya.


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *