Pantai Parangtritis Dilengkapi Fasilitas Kenormalan Baru

oleh -265 views

Bantul: Objek wisata Pantai Parangtritis di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah dilengkapi fasilitas dan sarana pendukung protokol kesehatan era new normal. Salah satunya penyediaan fasilitas cuci tangan.
 
“Hasil pantauan ke Parangtritis secara fungsi sudah ada dari mulai fasilitas cuci tangan, beberapa warung yang meneraplan physical distancing (jaga jarak) dengan cara memberi tanda silang pada tempat duduk,” kata Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharj,o di Kabupaten Bantul, Minggu, 14 Juni 2020, melansir Antara.
 
Namun, kata dia, masih ada beberapa warung di sekitar kawasan pantai yang belum memberi tanda larangan di tempat duduk untuk penerapan jaga jarak. Meski pengunjung belum ada, karena objek masih ditutup sementara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:Objek Wisata di Jateng Dibuka Bertahap
 
Dia mengatakan, untuk warung yang belum menetapkan jaga jarak langsung diingatkan untuk mengurangi kapasitas tempat duduk. Karena hal itu menjadi pertimbangan pemerintah sebelum membuka objek wisata untuk wisatawan.
 
“Kalau masker saya lihat sudah pakai masker semua, nanti kalau ada wisatawan tidak pakai masker, maka tidak boleh masuk ke lokasi Parangtritis, karena wajib masker, dan para pelaku UKM juga bisa menyediakan masker untuk dibeli dan itu merupakan produk lokal,” jelasnya.
 
Meski sudah dilengkapi dengan sarana protokol kesehatan, namun pemerintah tidak akan terburu-buru membuka kawasan wisata Parangtritis. Dia menegaskan masyarakat dan pelaku wisata harus benar-benar siap.
 
“Kalau belum siap jangan dibuka, kata kucinya itu, kesiapan, mulai fasilitas, SDM dan peralatan harus siap. Kita lihat situasi nanti, (kalau siap) kita simulasi dulu, kemudian ujicoba secara (jumlah pengunjung) terbatas,” bebernya.
 
Dia menerangkan pembatasan pengunjung dalam uji coba agar bisa menjaga prinsip sosial distancing. Sebab hal itu menjadi standar protokol yang harus dilalui.
 
“Itu agar bisa dipastikan tidak berkerumun, kalau berkerumun nanti Tim SAR dan Satpol PP yang akan menegur, jadi bisa dijadikan seperti ada kuota, kalau kuota 1.000 orang maka kemudian dibatasi 500 orang, agar dipastikan tidak berdesak-desakan, termasuk dalam antrean dan sebagainya,” terangnya.
 

(LDS)



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *