PAD Banjarnegara Menyusut akibat Pandemi Covid-19

oleh -7 views

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA – Wakil Bupati Banjarnegara, Syamsudin menyerahkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Banjarnegara tahun anggaran 2020 kepada Ketua DPRD Banjarnegara, Ismawan Setya Handoko. Penyerahan berlangsung pada Rapat Paripurna di Gedung DPRD Banjarnegara, Jumat (4/9).

Syamsudin menyampaikan, situasi Pandemi Covid 19 mendesak Pemkab untuk melakukan perubahan-perubahan atas APBD tahun anggaran 2020.

Selain itu, kondisi saat ini juga telah mengubah asumsi-asumsi makro yang mendasari penyusunan APBD, sehingga perlu dilakukan penyesuaian melalui perubahan.

Pada rancangan perubahan APBD tahun anggaran 2020 ini diproyeksikan penurunan pendapatan agregat sebesar 6,89 persen atau sebesar Rp.149.322.783.046.

Jumlah tersebut dari sebelumnya Rp.2.168.786.068.000 menurun menjadi Rp.2.019.463.284.954. Dana perimbangan juga mengalami penurunan karena turunnya alokasi Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus dan bagi hasil dari pemerintah pusat.

“Penurunan tersebut dipicu oleh turunnya proyeksi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp.26.947.283.038 atau turun 10,23 persen,” tuturnya

Wabup mengatakan, turunnya proyeksi PAD tersebut disebabkan adanya relaksasi pajak dan retribusi daerah, termasuk di antaranya diskon listrik, retribusi pasar. Turunnya kunjangan wisata di Dieng karena pandemi juga turut berpengaruh.

Turunnya pendapatan daerah memaksa pihaknya untuk melakukan koreksi atas belanja daerah yang secara agregat mengalami penurunan sebesar Rp.151.157.500.800 atau 6,72 persen. Satu-satunya pos pendapatan yang mengalami peningkatan adalah lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp.14.846.109.436.

“Kami berharap Raperda Perubahan APBD tahun anggaran 2020 ini dapat diterima dan dibahas lebih lanjut,” katanya. (*)



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *