New Normal, Gunungkidul Siap Buka Empat Kawasan Wisata

oleh -19 views

SuharjonoNew Normal, Gunungkidul Siap Buka Empat Kawasan Wisata
Suasana kawasan sisi barat Pantai Kukup Gunungkidul. Dinas Pariwisata Gunungkidul siap membuka empat kawasan wisata dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19. FOTO/SINDOnews/SUHARJONO

GUNUNGKIDUL – Dinas Pariwisata Gunungkidul mulai ancang-ancang membuka sejumlah tempat wisata di wilayahnya. Sebelum benar-benar dibuka, dinas menyimulasikan prosedur penerapan atau protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus corona jenis baru, COVID-19.

Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul Asti Wijayanti mengatakan, saat ini pihaknya menyiapkan empat kawasan atau destinasi wisata yakni Pantai Baron, Pantau Kukup, kawasan objek wisata alam Kali Suci, serta Gunung Api Purba Nglanggeran.

“Kita ajak pengelola dan warga untuk melakukan simulasi protokol COVID-19, sehingga ketika nanti dibuka pariwisata dengan protokol baru pengelola dan warga setempat tidak gamang,” katanya kepada wartawan, Rabu (10/6/2020). (Baca juga: Jokowi: Jika Ada Kenaikan Kasus Baru Langsung Pengetatan Kembali)

Dijelaskan, simulasi protokol kesehatan dilaksanakan untuk menata tempat wisata. Sebab, saat ini situasinya tidak lagi seperti sebelumnya. Misalnya bagaimana membuat tempat parkir yang sesuai, kemudian bagaimana pemeriksaan pengunjung dari tempat parkir menuju pintu masuk dan lain sebagainya. “Dalam hal ini siapa melakukan apa sangat penting. Penerapan protokol kesehatan menjadi hak yang wajib dilakukan,” katanya.

Kendati demikian, pihaknya belum bisa menyampaikan kapan kawasan wisata akan dibuka. Saat ini simulasi dilakukan dan diharapkan bisa direplikasi di tempat lain. “Kami masih menunggu koordinasi lebih jauh sehingga new normal merupakan cara baru pariwisata bangkit dengan mengedepankan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran virus corona,” ujarnya.

Selama pandemi COVID-19, Pemkab Gunungkidul kehilangan retribusi wisata sebesar Rp25 miliar akibat penutupan kawasan wisata. Tidak hanya itu, para pelaku, termasuk pedagang dan rumah makan, di kawasan wisata juga kehilangan pemasukan selama pandemi.

(abd)

preload video

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *