New Normal, Badan Otorita Borobudur Tunggu Kebijakan Pusat dan Daerah

oleh -186 views

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTABadan Otorita Borobudur (BOB) belum akan membuka destinasi wisata yang berada di bawah pengelolaan mereka meski sudah masuk dalam penerapan New Normal.

Satuan kerja (Satker) di bawah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) itu lebih memilih untuk melakukan persiapan menuju masa kenormalan baru tersebut.

“Untuk pembukaan obyek yang kami kelola seperti Deloano Glamping di Purworejo belum ditentukan kapan pembukaannya. Kami patuh pada kebijakan pemerintahan pusat juga daerah,” ujar Direktur Utama (Dirut) Badan Otorita Borobudur, Indah Juanita kepada wartawan, Rabu (10/6/2020).

Indah menjelaskan, walaupun mungkin pemerintah pusat sudah mengizinkan pembukaan tempat wisata, namun di satu sisi pemerintah daerah belum mengizinkan, maka pihaknya juga tak akan memaksakan untuk membuka obyek wisata itu.

Menurut Indah, saat ini pihaknya memilih merampungkan SOP pembukaan kembali destinasi wisata yang dikelola berdasarkan protokol pencegahan Covid-19.

“Kami bekerja sama dengan Pemprov DIY dan Jateng dalam menyusun SOP saat New Normal nanti. Misalnya dalam menerima tamu itu harus seperti apa. Ini masih kami matangkan terus,” jelas Indah.

Sembari menunggu selesainya SOP tersebut, ungkap Indah, pihaknya lebih memilih berkonsentrasi pada persiapan-persiapan menuju New Normal. Persiapan seperti membersihkan kawasan wisata Deloano Glamping yang sudah ditutup sejak dua bulan terakhir seiring Covid-19.

“Persiapan sudah kami mulai sejak beberapa hari terakhir dimulai dari obyeknya dibersihkan lokasi, disemprot disinfektan, kamar kamarnya. Disiapkan protokol Covid-19, ada tempat cuci tangan, ada penanda jaga jarak,” ungkap wanita berhijab ini.

Seperti yang terlihat sepanjang Selasa (9/6/2020). Petugas melakukan pembersihan dan penyemprotan dilakukan di kawasan Delaoano Glamping di Purworejo. Selain menyemprotkan cairan disinfektan di beberapa titik, juga dilakukan penyemprotan. Untuk penyemprotan difokuskan pada kamar-kamar penginapan.

“Penyemprotan kami lakukan dua sesi, yakni untuk eksterior dengan cairan disinfektan lalu interior dengan pengasapan,” ujar koordinator penyemprotan Stief Agus Susanto.

Stief mengatakan, pengasapan yang dilakukan di Deloano menggunakan teknologi khusus bernama thermal nano fogging. Dimana teknologi ini mengubah cairan menjadi nano atau partikel berukuran sangat kecil.

“Dengan teknologi ini maka asap bisa menjangkau ke seluruh bagian ruangan. Ini aman untuk makhluk hidup, tidak meninggalkan bekas baik aroma, bercak dan noda serta tidak korosif. Beda dengan disinfektan dan teknologi ini bisa membunuh kuman, bakteri dan virus sampai 99 persen karena sudah diuji di laboratorium Dinkes Provinsi DIY,” kata dia.

Semoga wabah ini segera berakhir sehingga Badan Otorita Borobudur kembali membuka candi-candi yang ada di tanah air. (*)



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *