Nadine, Petembak Putri Junior Bali; Awalnya “Iri” dengan Kakak

oleh -41 views

Faktor lingkungan berpengaruh besar dalam perkembangan anak. Terutama dalam mengarahkan minat maupun bakat. Seperti itulah yang dirasakan Ni Komang Nadine Vergian Dinatha, bungsu dari tiga bersaudara ini. Ya, Nadine -sapaan akrabnya- mewarisi darah atlet menembak dari keluarganya.

DEWA KRISNA PRADIPTA, Denpasar

DI USIANYA yang masih sangat muda, Nadine sudah bisa menjejerkan piagam dan medali di buket pribadinya. 

Mengingat usianya yang masih muda, Nadine pasti membutuhkan seorang mentor. Nah, sosok yang sangat berpengaruh dalam karir Nadine di dunia olahraga menembak ini adalah ayah kandungnya, I Made Sugiantara yang juga sebagai pelatih tim tembak Denpasar.

Selain Nadine, dua kakaknya, Rivan dan Rico juga merupakan atlet menembak. Jadi, tidak salah, Nadine bisa jatuh cinta dengan olahraga ini. Nah, khusus Rico, kakak nomor duanya itu merupakan petembak SEA Games Indonesia 2019 lalu dan sudah malang melintang ikuti kejuaraan berskala nasional dan internasional. 

“Saya mulai latihan sejak kelas 5 SD. Sampai sekarang menginjak kelas XIII dan sudah mengumpulkan kurang lebih 18 keping medali,” ujar Nadine kepada Bali Express (Jawa Pos Grup).

Diutarakannya, 18 medali itu ia dapatkan lewat berbagai ajang seperti diantaranya emas Porjar Kota Denpasar dan Provinsi Bali di kategori perorangan. Lalu ada juga kejuaraan SEASA 2019 di Jakarta dengan meraih perak di kategori beregu putri. Itu semua diraihnya di nomor spesialis Nadine yakni air pistol putri.

Nah, soal kecintaannya ini dengan olahraga menembak ternyata termotivasi dari sang kakak. Ia merasa ‘iri’ karena saudaranya itu bisa keluar kota bahkan keluar negeri karena berprestasi di olahraga ini. Oleh karena itu, akhirnya ia memutuskan terjun di dunia menembak dan juga karena bujukan ayahnya. 

“Awalnya saya susah diajak latihan sama ayah. Tapi melihat kakak yang sering ke luar negeri, jadi termotivasi dan tekun berlatih sampai sekarang,” ujar pelajar SMPN 3 Denpasar ini.

Tapi, di tengah pandemi ini, Nadine belum bisa berlatih leluasa di tempat latihan umum. Ia hanya bisa membidik sasaran di rumah sendiri, 3 kali dalam seminggu. 

Sementara ayah kandungnya, I Made Sugiantara menambahkan, di nomor spesialisnya Nadine khusus untuk junior putri, bisa dibilang masih terbaik di Bali. Bahkan, diusianya yang sangat belia, skor yang ia dapat bisa bersaing dengan petembak senior putri yang usianya jauh diatas Nadine. 

“Nadine juga menjadi atlet proyeksi di Porprov Bali  untuk Kota Denpasar. Tapi, dengan catatan ia harus bisa bersaing dengan senior lainnya jika ingin masuk ke dalam tim Porprov,” tandas Sugiantara.

Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *