Menteri Pertanian dorong gerakan percepatannya tanam di semua daerah

oleh -275 views


Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (kiri) didampingi Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji (kanan) saat mengemudikan `combine harvester` guna memanen padi pada lahan basah di Desa Sidaurip, Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu (13/6/2020). Foto: Antara

Elshinta.com – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mendorong adanya gerakan percepatan tanam khususnya tanaman padi di semua daerah pada Musim Tanam (MT) II Tahun 2020 sebagai upaya untuk menjaga ketahanan pangan nasional.

“Cilacap ini termasuk salah satu lumbung pangan Jawa Tengah,” katanya saat memberi keterangan pers terkait dengan kunjungan kerjanya dalam rangka Gerakan Percepatan Olah Tanah dan Percepatan Tanam Padi MT II Tahun 2020 di Desa Sidaurip, Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap, Sabtu (13/6).

Bahkan, kata dia, Jawa Tengah merupakan salah satu daerah yang diandalkan dalam rangka menyiapkan stok pangan yang cukup bagi semua masyarakat di seluruh Indonesia, khususnya di Jateng dan Jawa pada umumnya.

Terkait dengan hal itu, dia mengatakan Cilacap sebagai lumbung pangan harus didorong secara maksimal dan diharapkan produktivitasnya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan sebelumnya.

“Oleh karena itu, intervensi segala kekuatan pertanian, baik dalam prapelaksanaan, prapenanaman harus dikondisikan. Dan, sekarang ini kita masuk pertanaman musim tanam II, musim tanam kering, dan ternyata air masih cukup banyak, oleh karena itu percepatannya harus dilakukan bersama,” katanya. 

Mentan mengharapkan bukan hanya Cilacap saja, tetapi semua kabupaten yang ada di Jawa Tengah maupun para bupati di seluruh Indonesia untuk turun melakukan percepatan tanam di musim tanam II ini.

“Kalau ini kita lakukan, apa pun besok yang terjadi, perut rakyat Indonesia tersedia makannya, maka kita dalam menghadapi (berbagai) tantangan termasuk tantangan COVID-19, memiliki kekuatan besar,” katanya, dihimpun Antara.

Sementara saat memberi sambutan, mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu mengaku optimistis bahwa Indonesia mampu terhindar dari ancaman krisis pangan yang akan terjadi pascapandemi COVID-19 seperti yang diingatkan oleh organisasi pangan dan pertanian dunia (Food and Agriculture Organization/FAO).

Selain itu, kata dia, FAO juga memberi peringatan terkait dengan adanya ancaman kekeringan yang melanda dunia karena persediaan air tinggal sedikit sejak bulan Mei hingga Juni dan pada bulan Juli sudah tidak ada air.

“Kita jawab di Indonesia tidak (ada kekeringan maupun krisis pangan). Di Indonesia ada semua (ketersediaan pangan dan air, red.),” tegasnya.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Mentan berkesempatan memanen padi pada lahan basah dengan menggunakan mesin pemanen padi (combine arvester) dan mengolah tanah sawah dengan menggunakan traktor roda empat serta menyaksikan penebaran benih padi dan penanaman bibit padi dengan menggunakan transplanter.

Mentan juga berkesempatan menyerahkan sejumlah alokasi bantuan untuk Kabupaten Cilacap tahun anggaran 2020. (Anj)



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *