Menteri Basuki: Pengembangan Candi Borobudur Magelang Tak Tersentuh Penghematan

oleh -234 views

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menunda sejumlah pembangunan di masa pandemi virus corona Covid-19 ini.

Dari anggaran Rp 120 triliun di kementerian, sebanyak Rp 44 triliun digunakan untuk prioritas penanganan Covid-19.

Namun, Kementerian PUPR memiliki prioritas empat program pembangunan dari recofusing anggaran selama masa pandemi ini.

Menteri Erick Thohir Angkat Polisi Penangkap Tommy Soeharto Jadi Komisaris PT Bukit Asam

Mesum di Semak Sekolah: Pasangan ABG Ini Paksa Meneruskan Aksinya Lalu Diperkosa di Depan Pacarnya

Pencairan Insentif Kartu Pra Kerja Lamban, Fitur Ganti Rekening Bermasalah, Ini Jawaban Admin

BMKG Stasiun Maritim Semarang Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi Hingga Dua Hari ke Depan

Prioritas pertama dari refocusing tersebut, yakni program padat karya.

“Kalau yang prioritasnya kan untuk mengatasi pandemi makanya dipotong Rp 44 triliun.”

“Yang di PU ini prioritasnya padat karya, kami punya Rp 11,6 triliun untuk padat karya baik di irigasi, jalan, perumahan, air minum, sanitasi,” kata Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, saat di Semarang, Kamis (11/6/2020).

Program padat karya itu setidaknya dapat menciptakan lapangan kerja untuk lebih dari 605 ribu pekerja selama tiga bulan.

Saat ini, padat karya sudah mulai jalan, dengan progres 15 persen.

Kemudian, prioritas kedua yakni pengembangan lima destinasi wisata super prioritas: Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo dan Likupang.

Pemerintah meyakini pariwisata jadi sektor yang paling cepat pulih setelah pandemi selesai.



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *