Mentan SYL Panen Padi dan Percepat Tanam di Cilacap

oleh -239 views

Jakarta, CNBC Indonesia –  Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL) melakukan kunjungan ke Kabupaten Cilacap dalam rangka Gerakan Percepatan Tanam MT II, Sabtu (13/6/2020). Hal ini bagian dari Kementerian Pertanian (Kementan) untuk terus melakukan upaya menjaga pasokan pangan dalam masa Pandemi covid-19.

Dalam kesempatan tersebut Mentan Syahrul menegaskan peran pemerintah untuk memastikan kebutuhan pangan aman dan tercukupi bagi rakyat Indonesia. Sebelumnya Syahrul mengunjungi peresmian toko tani Indonesia. Toko Tani Indonesia sebagai wadah untuk memberikan akses bagi masyarakat membeli produk pertanian yang aman, berkualitas dan murah.

Tidak hanya dari sisi konsumen, Mentan pun melanjutkan kunjungannya untuk memastikan dari sisi produksi juga terpenuhi. Bertempat di Desa Sidaurip Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap dilakukan percepatan olah tanah sebagai langkah awal untuk mulai dilakukan kembali aktivitas pertanaman pada Musim Tanam II atau biasa disebut musim gadu di awal bulan kemarau ini.

“Covid ini tantangan yang harus kita hadapi selain kesehatan adalah food security, kelaparan akan jadi tantangan terbesar, untuk itu kita harus mampu mempersiapkan sektor pertanian,” ujar Mentan Syahrul, Sabtu (13/6)

“Kita akan gulirkan stimulan untuk mendukung pertanian dan ganti mesin penggilingan dengan yang baru agar bisa bersaing dan menambah pendapatan. Permodalan bisa dibantu oleh perbankan,” tambahnya.

Menghadapi perekonomian yang akan berat kedepan ini Mentan Syahrul mengimbau masyarakat bisa mengoptimalkan pekarangan rumah untuk budidaya sayuran. Dengan program ini masyarakat dapat memenuhi kebutuhan rumah tangganya bahkan bisa diperjualbelikan untuk menambah pendapatan

Syahrul selalu menegaskan bahwa butuh kebersamaaan untuk memastikan pertanian bisa berjalan dengan akselerasi yang cepat, apalagi adanya ancaman kekeringan yang telah disampaikan FAO serta krisis pangan dunia, harus segera direspon untuk antisipasinya. Caranya dengan mempercepat pertanaman supaya target MT II seluas 5,6 juta hektar bisa dipenuhi. Jika semua bergerak bersama maka bisa dipastikan kondisi pangan kita aman sampai akhir tahun.

“Ada langkah strategis untuk ini. Kita lakukan percepatan tanam, gerakkan pangan alternatif, siapkan lumbung pangan serta siapkan kostraling. Kami sediakan fasilitasi bagi yang punya komitmen kuat,” pungkas Syahrul.

Percepatan tanam padi sudah dilakukan sejak awal bulan ini. Jajaran di Kementan langsung turun ke lapangan memastikan semua wilayah melakukan percepatan tanam. Pada MT II target tanam seluas 5,6 juta hektar sehingga nantinya bulan juli sampai desember akan ada 12,5 – 15 juta ton beras. Diperkirakan stok beras akhir Juni diperkirakan masih aman sebesar 6,84 juta ton.

Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji dalam kesempatan tersebut mendukung sepenuhnya program Kementan. Wilayah di Cilacap ini tergolong wilayah yang rentan rob, namun demikian tidak menjadi halangan bagi petani tetap melaksanakan pertanaman. Bahkan pada kunjungan kali ini dilakukan dua hal sekaligus, tutup panen dan percepatan olah tanah.

“Pertanian tidak mengenal istirahat dan dengan hadirnya Pak menteri kami semangat untuk memajukan pertanian, untuk bertahan dari masalah bukan hanya saat pandemik tapi segala hal,” ujar Tatto

Tatto bersama petani akan bertekad memajukan pertanian di Kabupaten Cilacap. Kabupaten Cilacap tahun 2019 luas panen mencapai 118.133 hektar. Tatto Suwarto mengakui ada penurunan luas karena adanya pebaikan jaringan irigasi di Serayu. Produksi sekitar 747.435 ton dengan provitas 6,3 ton per hektar dan harga Rp 4.200 GKP. Kesepakatan dengan Kementan, Kabupaten Cilacap bulan Juni ini sanggup memenuhi luas tanam 5.759 hektar

Di tempat sama Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi berharap Kabupaten Cilacap memiliki andil yang cukup besar untuk menambah sumbangan produksi padi. Dukungan Kementan tentunya diberikan untuk Kabupaten Cilacap melalui bantuan sarana produksi maupun alsintan. Khusus untuk tanaman pangan sendiri bantuan mulai dari benih, budidaya padi, sampai alsintan pascapanen

Suwandi juga meminta petani bisa menyerap KUR melalu gerakan kostraling sebagai pengamanan harga gabah. “Kami sudah sediakan KUR untuk komoditas tanaman pangan, silahkan dimanfaatkan sebaik-baiknya terutama bagi penggilingan padi bisa digunakan untuk menyerap gabah petani dengan harga yang layak.

Dalam kesempatan tersebut diberikan juga bantuan kepada kelompok tani secara simbolis berupa alsintan, benih padi, klaim AUTP serta KUR mikro, KUR kostraling senilai Rp 500 juta serta asuransi usaha tanaman pangan.

Saksikan video terkait di bawah ini:

(hoi/hoi)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *