Menjelajahi Hutan Blora dengan Kereta Api, Lintasi Rel Tua Sejauh Puluhan Kilometer

oleh -285 views

Menjelajahi Hutan Blora dengan Kereta Api, Lintasi Rel Tua Sejauh Puluhan Kilometer
Kereta Api Hutan Jati Cepu. ©Blorakab.go.id

Merdeka.com – Wilayah Kabupaten Blora dikenal memiliki hutan jati yang luas, terutama di Kecamatan Cepu, Jawa Tengah. Di sana terdapat kereta api yang digunakan untuk mengelilingi hutan jati. Kereta api itu merupakan kereta milik Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Cepu yang digunakan mengangkut hasil kayu jati. Namun, tersedia juga kereta api yang khusus untuk mengangkut wisatawan.

Dilansir dari Inibaru.id, wisata kereta api tua di Cepu dibuka setiap hari pada pukul 08.00-16.00. Dengan menggunakan kereta uap, wisatawan bisa berkeliling hutan jati menyaksikan tempat pembibitan pohon jati, kemudian ke tempat hutan jati muda dan tua, lalu ke pusat penebangannya. Untuk bisa menaiki kereta tua itu, wisatawan dikenakan harga bervariatif tergantung jenis loko yang digunakan. Berikut selengkapnya:

1 dari 4 halaman

Sejarah Kereta Tua di Hutan Jati Cepu

kereta api hutan jati cepu

©Wikipedia.org

Hutan jati di daerah Cepu dibuka oleh Belanda sebagai hutan industri pada 1870-an. Dalam rangka mempercepat pengangkutan kayu, jalur kereta apinya mulai dibangun pada 1915.

Dikutip dari Wikipedia.org, jalur kereta api hutan jati di Cepu digunakan untuk mengangkut kayu dari daerah Gubug Payung hingga Batokan sepanjang abad ke-20. Untuk mempromosikan pariwisata di Cepu, kemudian dibuka perjalanan kereta api wisata pada 1990.

Sayangnya, sarana dan prasarana kereta apinya mengalami penuaan hingga hanya sesekali beroperasi pada 2002. Namun pada 17 Januari 2018 kereta api itu dihidupkan kembali dengan menggunakan kereta api diesel.

2 dari 4 halaman

Salah Satu Jaringan Rel Tertua di Indonesia

kereta api hutan jati cepu

©Blorakab.go.id

Dilansir dari Blorakab.go.id, rel kereta api di kawasan hutan jati Cepu merupakan salah satu rel tertua di Pulau Jawa, bahkan di Indonesia. Dulunya, jaringan rel di sana mencapai panjang 300 km dengan lebar rel 1.076 mm.

Pemilihan lebar rel itu diperkirakan untuk memudahkan sambungan rel lintas utama Semarang-Surabaya. Keberadaan rel di hutan Cepu itu tidak dapat dilepaskan dari keberadaan lokomotif uap yang memiliki fungsi utama sebagai alat transportasi pengangkut hasil hutan.

3 dari 4 halaman

Digunakan Sebagai Kereta Wisata

kereta api hutan jati cepu

©Blorakab.go.id

Dilansir dari YouTube KOMPAS TV, terdapat dua paket wisata yang bisa digunakan wisatawan untuk mengelilingi hutan Cepu dengan kereta wisata. Paket pertama harganya Rp 17 juta untuk seluruh rangkaian dengan rute sejauh 26 kilometer. Sementara paket kedua harganya hanya Rp 15 ribu per orang untuk rute sejauh 3 km.

Wisatawan yang ingin menikmati perjalanan dengan kereta api tua ini bisa terlebih dahulu mengunjungi titik keberangkatan di Heritage Loco Tour yang berada di Kampung Cepu, Desa Ngelo, Cepu.

4 dari 4 halaman

Koleksi Lokomotif

kereta api hutan jati cepu

©Blorakab.go.id

Dilansir Blorakab.go.id, pada awalnya terdapat enam jenis lokomotif yang beroperasi di jalur hutan jati itu. Keenam jenis loko, yaitu lokomotif empat bersaudara buatan Jerman yang masing-masing diberi nama “Tujuh belas”, “Agustus”, ”Bahagia”, dan “Madjoe”.

Selain itu, ada pula dua lokomotif langsir uap buatan Du Croon dan Braun, Lokomotif Hanomag tahun 1922 bekas loko PJKA dengan seri C2902, Lokomotif Drensin buatan Jepang dengan merek Honda, lokomotif Drensin hasil modifikasi dari jenis Colt T120, serta lori onthel.   

[shr]



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *