Mengintip Kondisi Terkini Stadion Jatidiri, Markas Kebanggaan PSIS Semarang

oleh -248 views

Proses pembangunan renovasi Stadion Jatidiri sudah berjalan memasuki tahun ketiga. Sesuai jadwal sebenarnya bisa rampung pada 2020 ini. PSIS Semarang juga dipastikan bisa memakainya pada tahun depan.

Sayangnya wabah virus Corona yang merebak di Indonesia turut membuat proses renovasi terhenti. Darurat wabah COVID-19 sejak Maret lalu praktis menghentikan berbagai proses pembangunan aset nasional, termasuk Stadion Jatidiri.

Dana alokasi yang sebenarnya diperuntukkan bagi renovasi stadion harus dialihkan untuk penananganan wabah virus Corona. Prambudi menjelaskan bahwa semua anggaran di berbagai sektor, untuk saat ini difokuskan kepada penananganan COVID-19

“Sebetulnya akhir Januari lalu sudah siap untuk lelang tahap pertama 2020. Begitu akan mulai, ada wabah virus Corona, yang membuat semua harus difokuskan untuk penanganan pandemi virus Corona,” terang Prambudi dalam wawancara, Jumat (12/6/2020).

Namun demikian, pihaknya memastikan proses pemeliharaan di Stadion Jatidiri tetap berjalan. Terutama dalam menjaga kualitas rumput lapangan.

“Tahun depan insyaallah kami lanjutkan kembali, termasuk kelanjutan pembangunan maupun maintenance. Seluruh sektor memang berhenti, karena berbagai sektor ikut menurun dengan adanya wabah COVID-19 ini,” ungkapnya.

Proses renovasi rumah PSIS tersebut sudah mencapai 80 persen. Artinya tinggal 20 persen lagi untuk benar-benar bisa digunakan para penggawa Mahesa Jenar beraksi.

Adanya hambatan pembangunan karena COVID-19, membuat target penyelesaian renovasi ikut diundur menjadi tahun depan. 2021 bakal menjadi saat yang bertepatan dengan selesainya pembangunan Stadion Jatidiri secara total.

Stadion Jatidiri kini disulap menjadi megah dan besar. Tribune penonton ada tiga tingkat, seluruhnya single seat, dengan daya tampung mencapai 45 ribu penonton. Meski saat ini beberapa bagian bangunan di Stadion Jatidiri memang masih butuh pengerjaan.

“Tahun depan menyelesaikan pembangunan yang belum rampung, atap sisi barat, lanskaping, lampu stadion, dan area pemanasan atletik. Harapannya secara fungsional, stadion bisa dipakai pada 2021,” tutur Prambudi.

“Meski sementara mandek, tetap kita jaga, jangan sampai ada stigma mangkrak. Secara umum sudah 80 persen, harapannya yang tinggal 20 persen itu minimal satu sampai satu tengah atau dua tahun anggaran bisa selesai,” bebernya.

Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *