Mengintip Ketatnya Lapas ‘High Risk’ untuk Gembong Narkoba di Nusakambangan

oleh -35 views

Menkumham Yasonna Laoly mengatakan Kemenkumham menerapkan sel perorangan atau one man one cell di lapas Batu dan Karangayar. Lapas SMS Karanganyar berkapasitas 696 orang yang terbagi menjadi tujuh blok, dengan luas lapas mencapai 6.028 meter persegi.

“Ya, mudah-mudahan, ini bisa mengelola napi risiko tinggi, baik napi terorisme, maupun napi bandar narkoba,” katanya, di Nusakambangan, Kamis, 22 Agustus 2019.

Lapas ini menggunakan piranti berteknologi tinggi yang memungkinkan interaksi antara napi dengan petugas sangat minim. Selama 24 jam, napi akan diawasi dengan kamera CCTV dan perekam suara.

Penggunaan teknologi multimedia ini juga memungkinkan pemantauan langsung dari Kemenkumham, Jakarta.

“Lapas Khusus Super Maksimum Karanganyar adalah sebuah pembaharuan dalam penanganan napi risiko tinggi. Tadi Ibu Dirjen sudah menjelaskan sistem yang ada di sini. Sebuah sistem yang menangani napi risiko tinggi dengan high tech,” ujarnya.

Beroperasinya Lapas Karanganyar, Nusakambangan adalah terobosan baru penanganan dan pembinaan napi risiko tinggi aias ‘high risk’.

Dia berharap, Lapas Karanganyar bisa menjadi barometer keberhasilan Direkorat Jenderal Pemasyarakatan dan Kemenkumham dalam pengelolaan Lapas yang merupakan gabungan antara integritas petugas dan penggunaan teknologi.

“Di sini, semua fasilitas dengan high tech. Kita sudah memasuki era baru tidak bisa mengandalkan penanganan napi statis. Kita harus mendayagunakan penanganan dinamis,” Yasonna menjelaskan.

Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *