MAJT Kembali Dibuka untuk Pelaksanaan Ibadah dan Wisata – Cendana News

oleh -187 views

SEMARANG — Kabar gembira, Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang, kembali dibuka untuk beribadah. Sebelumnya, hampir tiga bulan masjid yang terletak di Jalan Gajah Raya Semarang tersebut ditutup, untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Sekretaris DPP MAJT Drs KH Muhyiddin MAg saat ditemui di Semarang, Minggu (14/6/2020). Foto Arixc Ardana

“Setelah kita tutup hampir tiga bulan, dengan berbagai pertimbangan termasuk dari tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Semarang, kita putuskan MAJT kembali dibuka untuk sarana ibadah, dan kegiatan lainnya,” papar Ketua Dewan Pengelola Pelaksana (DPP) MAJT, Prof Dr KH Noor Achmad MA, di Semarang, Minggu (14/6/2020).

Selama ini, selama pandemi covid-19, aktivitas beribadah di masjid tersebut memang tertutup untuk umum, meskipun kawasan sekitar masjid tetap dibuka. “Untuk pelaksanaan ibadah, seperti halnya imbauan pemerintah dan MUI Jateng, ada berbagai persyaratan yang harus dipenuhi,” terangnya.

Persyaratan tersebut di antaranya, jamaah yang akan masuk masjid, akan dicek dulu suhu tubuhnya. Selain itu juga wajib mengenakan masker. Lalu ada jarak antar jamaah, saat didalam masjid dalam menunaikan ibadah. “Kita atur juga, bagaimana agar tidak terjadi kerumuman saat di tempat wudhu atau pintu keluar dan masuk masjid,” tambah Noor Achmad.

Tidak hanya peraturan di dalam masjid, masyarakat yang akan memasuki area publik MAJT juga diwajibkan menjaga kesopanan dan kesantunan. “Sebelumnya, kita sudah pernah menerbitkan Peraturan No 1 tahun 2019 tentang Tata Tertib Kunjungan di MAJT, termasuk etika berpakaian. Karena bagaimanapun, meski sudah menjadi area publik, MAJT diperuntukkan untuk ibadah,” tegasnya.

Sementara, terkait kegiatan wisata religi yang selama ini menjadi daya tarik MAJT, pihaknya masih menunggu keputusan dari pemerintah. “Kita masih akan mengkajinya, sebab kalau bicara wisata religi, ini menyangkut banyak aspek. Kita tunggu keputusan pemerintah seperti apa. Namun untuk warga Semarang dan sekitarnya, bisa tetap datang dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” terang mantan anggota DPR RI tersebut.

Sekretaris DPP MAJT Drs KH Muhyiddin MAg menambahkan, selama ini kawasan MAJT dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berbagai kegiatan, selain untuk ibadah. Seperti wisata, olahraga, resepsi pernikahan atau pun acara lainnya.

“Kita harapkan para pengunjung mematuhi tata tertib saat kunjungan di MAJT. Kita nanti akan terjunkan petugas, untuk melakukan sosialisasi peraturan ini, termasuk pengawasan dalam penerapan protokol kesehatan. Seperti memakai masker hingga menjaga jarak,” paparnya.

Diterangkan, penerapan New Normal di lingkungan MAJT menjadi titik awal bagi pengelola MAJT untuk melakukan sosialisasi, edukasi dan penertiban bagi para pengunjung. Selain itu, menjadikan MAJT berkesempatan untuk melakukan penataan ulang, dari segi kebersihan dan lingkungan masjid.

”Penerapan protokol kesehatan dan pemberlakuan tata tertib bagi pengunjung ini, akan dilaksanakan melalui beberapa tahapan. Mereka yang melanggar akan diberikan teguran, hingga peringatan tertulis. Nantinya per tanggal 20 Juni 2020, jika masih ada yang melanggar ketentuan ini, kita minta mereka untuk putar balik atau pulang,” tandasnya.

Secara umum setiap orang yang berkunjung di MAJT diwajibkan untuk berpakaian sopan dan menutup aurat, berperilaku sopan dan bertutur kata yang baik, menjaga kesucian dan kewibawaan masjid, hingga menjaga kebersihan serta kenyamanan lingkungan masjid.

Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *