[Lipkhas] Mereka Ingin Pariwisata Bangkit Kembali

oleh -7 views

SEMARANG SELATAN, AYOSEMARANG.COM– Awal Agustus 2020, sejumlah objek wisata mulai buka kembali setelah tutup sementara karena pandemi Covid-19. Para pelaku wisata menangkap momentum itu sebagai langkah awal membangkitkan pariwisata setelah lima bulan lumpuh.

Para pelaku wisata yang tergabung dalam Paguyuban Pelaku Wisata (PPW) Jawa Tengah menggelar Famtrip ke Kawasan Wisata Dieng, Sabtu (8/8/2020). Sebanyak 80 anggota PPW ikut serta. 

Peserta Famtrip meliputi anggota PPW dari Korwil Kudus, Jepara, Kabupaten Semarang, Kendal dan Kota Semarang. Mereka berangkat dengan 3 bus. Masing-masing bus hanya diisi dengan 25-28 penumpang.

“Kegiatan PPW Famtrip ini untuk menyemangati teman-teman kita yang tak pernah ketemu. Kedua kita ingin lihatkan kepada masyarakat bahwa kegiatan pariwisata sudah bisa dijalankan dengan protokol yang ditetapkan oleh pemerintah,” kata Lilik Riyanto, koordinator PPW Famtrip 2020.

PPW Famtrip mengunjungi 4 objek wisata yang sudah mulai dibuka di Kawasan Dieng. Yaitu Batu Angkruk Dieng, Kompleks Candi Arjuna, Kawah Sikidang dan Batu Pandang Ratapan Angin. 

Menurut pantauan Ayosemarang.com, para pengunjung diwajibkan memakai masker dan menjalani pengukuran suhu badan menggunakan thermogun di gerbang masuk kompleks candi. Pengelola juga menyediakan tempat cuci tangan di area wisata.

Pemandu wisata Kawasan Dieng, Wida mengatakan, Kompleks Candi Arjuna mulai dibuka untuk wisatawan sejak 1 Agustus 2020. Menurutnya, saat ini kunjungan masih dibatasi.

“Maksimal 200 orang dan harus tetap jaga jarak. Maksimal kunjungan 1 jam dan tak boleh menyentuh candi,” katanya.

AYO BACA : Lima Bulan Tiarap Hindari Mudarat, Ini Upaya Pelaku Wisata Jateng

Pengelola juga menerapkan protokol kesehatan di objek wisata Kawah Sikidang.

Ingin Bangkit Kembali

Ketua Paguyuban Pelaku Wisata (PPW) Jawa Tengah, Purwanto mengatakan kegiatan Famtrip  untuk menggali potensi wisata untuk dijual kepada konsumen melalui paket wisata. 

“Kami pilih Dieng karena teman-teman sebagian belum pernah ke sana,” kata pengelola biro perjalanan wisata Duta Tour itu.

Purwanto dan para pelaku wisata lainnya ingin pariwisata bangkit. Ia menyadari, pandemi Covid-19 bukan masalah biasa. Kebijakan pemerintah mengizinkan objek wisata buka kembali dengan penerapan protokol kesehatan menjadi angin segar.

Purwanto mengatakan, para pelaku wisata bahkan sudah menggelar simulasi wisata bersama di seluruh Pulau Jawa. Namun masih terbentur dengan aturan pemerintah daerah terkait status zona penyebaran Covid-19.

“Misalnya kami persiapan ke Yogyakarta, tahu-tahu zona merah. Kita harus putar balik ke tempat lain,” katanya.  

Ia menambahkan, ada pula daerah yang mewajibkan wisatawan luar daerah menjalani rapid tes. Bagi Purwanto, hal itu menjadi kendala.

AYO BACA : 283 Tempat Wisata di Jateng Sudah Buka Lagi

Terlepas dari aturan itu, lanjut Purwanto, PPW sudah memiliki formula wisata dengan menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

“Aturan sekarang sesuai dari pemerintah bus kapasitas 50 penumpang hanya boleh diisi 25 penumpang. 50% saja,” katanya.

283 Objek Wisata Buka Kembali

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, Sinoeng N Rachmadi menyebutkan, saat ini sudah ada 283 objek wisata di Jawa Tengah yang dibuka kembali. Jumlah itu baru 41% dari 690 daya tarik wisata yang ada di Jateng.

Sinoeng menegaskan, kegiatan wisata mengacu pada instruksi Gubernur Jawa Tengah Nomor 2 tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan Daya Tarik Wisata. 

Beberapa lokasi wisata yang mulai buka misalnya Candi Borobudur dan Posong di Temanggung.

“Dieng baru simulasi dan rencananya akan dibuka secara bertahap. Kita akan terus pantau, jangan sampai yang objek wisata yang sudah buka jadi kontraproduktif,” katanya.

Menurutnya, sebelum dibuka kembali, lokasi wisata harus melaksanakan simulasi. Simulasi tersebut menerapkan protokol kesehatan dengan melapor kepada gugus tugas covid-19 setempat. Setelah diizinkan, baru boleh dibuka secara terbatas dan bertahap.

“Terbatas yang dimaksud maksimal 50 persen dari kapasitas normal. Sambil melihat perkembangan Covid-19 di lokasi setempat,” katanya.

Menurut evaluasi Disporapar, lanjutnya, masih ada satu atau dua lokasi wisata yang lepas kontrol dalam pembatasan wisatawan yang masuk.

“Kita langsung kasih teguran jangan sampai kejadian itu terulang lagi. Ketaatan wisatawan menerapkan protokol kesehatan harus terus diingatkan,” imbuhnya.

AYO BACA : Pasang Paket Murah Gaet Wisatawan



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *