Lepas Penat di Tengah Covid-19, Warga Grobogan Padati Objek Wisata Sendang Wangi

oleh -18 views

GROBOGAN, iNews.id – Warga lokal dari Grobogan, Jawa Tengah mulai memadati objek wisata Sendang Wangi yang mulai dibuka kembali. Sebagian pengunjung mengaku datang ke lokasi wisata itu untuk berendam air belerang agar bebas dari penyakit gatal.

Dari pantauan iNews, tempat wisata Sendang Wangi yang berlokasi di tengah hutan Desa Sumberagung, Kecamatan Ngaringan, Grobogan ini banyak dikunjungi warga. Memiliki suhu air dingin, pengunjung berendam di dalam air belerang untuk menjalani terapi kesehatan.

Setelah tiga bulan menjalani isolasi mandiri di rumah akibat pandemi Covid-19, mereka berniat untuk piknik dengan menikmati suasana alam. Salah satu pengunjung, Hakim mengaku biasa mandi di Sendang Wangi.

Dia merasa lega bisa kembali merasakan dinginnya air belerang sambil terapi. Hakim mengaku sempat mengalami sakit gatal pada kulit di seluruh tubuh. Namun setelah dua hingga tiga kali berendam di Sendang Wangi, rasa gatal dan penyakit kulit lainnya bisa sembuh.

“Biasanya ya buat penyakit gatal-gatal. Inikan airnya memang sumbernya dari belerang,” katanya.

Senada dengan Hakim, warga lainnya Ranto mengaku sudah lama tak berwisata. Dibukanya tempat wisata Sendang Wangi sedikit membuatnya dapat hiburan.

“Ini dingin airnya, ya pengen mandi saja. Semenjak ada corona enggak pernah ke sini,” Ranto.

Salah satu pengeloa objek wisata Sendang Wangi, Tomo menjelaskan sejauh ini tidak ada pengunjung dari luar kota. Objek wisata ini masih untuk kalangan lokal.

“Setiap Lebaran itu biasanya ramai. Ini juga semuanya warga lokal belum ada yang dari luar,” ucap Tomo.

Keunikan objek wisata Sendang Wangi ini memiliki suhu air dingin. Bahkan, Tomo menilai di Jawa Tengah belum pernah ditemukan selain di Sendang Wangi, Grobogan.

“Air belerang dingin itu ya hanya di sini. Ini memang perlu dilestarikan,” katanya lagi.

Para pengunjung yang datang ke lokasi tidak dikenai biaya. Pengelola hanya meminta keikhlasan pengunjung untuk memberikan dana sukarela guna perawatan objek wisata.

Editor : Nani Suherni



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *