Kembangkan Desa Wisata, Kalsel belajar ke Jateng

oleh -3 views

Banjarbaru,kalselpos.com – Provinsi Jawa Tengah (Jateng) dianggap sukses mengembangkan desa sebagai obyek wisata.

Untuk itulah, DPRD Kalsel melalui Panitia Khusus (Pansus ) I Pembahas  Raperda tentang Desa Wisata mengadakan studi banding ke provinsi tersebut, Jum’at (28/8/2020).

Saat ini, Pansus  DPRD Kalsel dan Pemprov Kalsel sedang dalam penyusunan Raperda Desa Wisata.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Kalsel, Zulkifli sebelum berangkat ke Semarang, ibukota Provinsi Jateng, menuturkan, desa di Kalsel berpotensi untuk dikembangkan menjadi desa wisata.

“Desa wisata dapat menggerakkan kegiatan ekonomi desa melalui BUMDes sebagai pengelolanya. Agar ada aturan yang jelas, maka harus dibentuk payung hukum berupa Perda,” tegasnya.

Upaya pembentukan Perda desa wisata sesusai  arahan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor.

“Bapak gubernur menyatakan, pembangunan berhulu dari desa, sehingga penting untuk meningkatkan  perekonomian dan kesejahteraan masyarakatnya,” ujarnya.

Zulkifli merinci, per Juni 2020, ada 38 lokasi wisata di desa pada beberapa kabupaten di Kalsel yang masih aktif. Selain itu, 128 spot wisata desa lainnya dengan pengelola yang belum aktif.

Dia berharap,  Perda tentang desa wisata, diharapkan dapat lebih mengembangkan potensi obyek wisata yang ada di desa-desa.

Sementara itu, Ketua Pansus I Pembahas Raperda tentang Desa Wisata,  Fahrani menuturkan, pihaknya bersama Pemprov Kalsel berupaya menjawab tantangan ke depan mengenai pengembangan desa wisata. 

“Kami melihat, Provinsi Jateng dan kabupaten kota disini mampu mengembangkan desa wisata melalui BUMDes. Inilah yang menjadi acuan bagi kami menjadikan Jateng sebagai tujuan awal sebagai obyek studi banding, agar Kalsel bisa meniru dan mencontohnya,” cetusnya dalam rapat dengan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispermadesdukcapil) Provinsi Jateng, Sugeng Riyanto beserta jajaran, di ruang pertemuan instansi tersebut, Jum’at (28/8) pagi.

Kepala Dinas Dispermadesdukcapil Provinsi Jateng, Sugeng Riyanto  menyampaikan,  Provinsi Jateng terdiri dari 29 kabupaten, 6 kota,  dan 7.809 desa dengan penduduk 30 juta jiwa.

Perda Desa Wisata dituangkan dalam Perda Nomor 53 Tahun 2019 dan Pergub Provinsi Jateng Nomor 18 Tahun 2018 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan BUMDes Provinsi Jateng.

Dalam hal ini, terdata sekitar 507 desa wisata yang tersebar di 29 kabupaten.

Salah satu potensi desa wisata misalnya di Desa Ponggok, Kabupaten Klaten. 

“Lokasi wisata Umbul Ponggok selain menawarkan view atau pemandangan menarik, juga menyediakan pojok selfie. Sehingga pengunjung dapat berfoto di tempat tersebut dan bumdes pengelolanya mampu menjual 2 ribu tiket setiap harinya,” bebernya.

Pengunjung juga dengan mudah mendapatkan makanan dan minuman di lokasi wisata itu. Karena warga juga menjual berbagai makanan dan minuman dengan harga terjangkau.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis: Anas Aliando/rilhum
Editor: Bambang



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *