Keberadaan Ekowisata harus Disertai Peningkatan Produktivitas untuk Masyarakat Sekitar

oleh -56 views

TRIBUNNEWS.COM, Wonosobo – Menteri LHK Siti Nurbaya meninjau dan mengawasi langsung, kegiatan lapangan yang meliputi kerja bangunan konservasi tanah dan air serta penanaman dan pemeliharaan tanaman.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan itu juga melakukan evaluasi kawasan wisata alam yang sedang menyesuaikan dan adaptasi transisi Covid-19. Tujuannya untuk penyesuaian aktivitas di tengah masyarakat dengan protokol menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan.

Kerja lapangan Menteri LHK Siti Nurbaya di Wonosobo, Jateng  ini dilakukan bersama Wamen Alue Dohong dan para Dirjen melanjutkan kerja lapangan di Wonosobo, Minggu (12/7/2020). Kegiatan di Wonosobo berlangsung setelah dari Karanganyar dan Boyolali, Jateng.

Hal ini juga untuk meyakinkan Menteri bahwa kegiatan teknis di lapangan berjalan baik. Langkah ini merupakan langkah safari kerja Menteri dan rombongan Dirjen yang relevan serta Kepala Badan Litbang dan Inovasi.

Beberapa kegiatan yang dikontrol Menteri ialah RHL, taman wisata, perhutanan sosial dan aplikasi litbang di lapangan.

Sesuai pesan Presiden Joko Widodo bahwa penanganan pemulihan lingkungan sangat penting demikian pula pemanfaatan berbagai lokasi di Pulau Jawa dengan sangat banyak pemandangan yang indah, dan aksesibilitas jalan yang bagus untuk menjadi produktif membantu masyarakat.

Kombinasi kerja hutan sosial, produktivitas masyarakat dengan ekowisata dan industri kayu putih hutan sosial menjadi langkah yang positif. Sejalan dengan itu, upaya pemulihan lingkungan dengan rehabilitasi lahan terus dilakukan.

Hal tersebut disampaikan Menteri LHK Siti Nurbaya saat kunjungan kerja di kawasan wisata Dieng, tepatnya di Taman Wisata Alam (TWA) Telaga Warna dan Telaga Pengilon, Kabupaten Wonosobo, Jateng, Minggu.

Menteri LHK Siti Nurbaya dan jajarannya di Wonosobo
Menteri LHK Siti Nurbaya dan jajarannya di Wonosobo (Ist)

“Cara penanganan atau pengelolaan spot-spot wisata seperti Telaga Warna maupun Telaga Pengilon, menjadi referensi bagi spot-spot wisata yang lain. Keberadaan ekowisata seperti ini harus disertai peningkatan produktivitas untuk masyarakat sekitarnya,” kata Menteri Siti.

TWA Telaga Warna dan Telaga Pengilon merupakan salah satu diantara 29 kawasan wisata alam yang dibuka lebih dulu dalam masa transisi ini. Pembukaan kawasan wisata alam ini untuk memberikan stimulan aktivitas wisata lain di Indonesia. Hal ini juga penting agar masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas produktif.



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *