Kawasan Wisata di Jateng Belum akan Dibuka dalam Waktu Dekat

oleh -66 views


Suara.com – Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Jawa Tengah (Jateng), Sinoeng Rachmadi mengatakan, pariwisata di kawasan ini belum akan dibuka untuk umum dalam waktu dekat. Meski begitu, persiapan menuju normal baru akan dilakukan, sehingga saat pelaksanaan normal baru berlangsung, pariwisata benar-benar siap.

Salah satu destinasi wisata yang kini masih dalam persiapan menuju kenormalan baru adalah Candi Borobudur.

“Beberapa destinasi pariwisata di Jateng sudah melakukan simulasi normal baru. Rencananya, Rabu (10/6/2020) besok, kami menggelar simulasi di Borobudur untuk persiapan ini,” katanya.

Meskipun belum menerapkan normal baru, namun persiapan menuju kebijakan itu terus dilakukan. Tak hanya edukasi, sejumlah pedoman atau norma dalam penerapan normal baru juga tengah disusun.

Hari ini, Senin (8/6/2020), Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo bersama Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, tengah membahas norma-norma yang akan dijadikan pedoman dalam pelaksanaan normal baru.

“Meski belum dilaksanakan normal baru, setidaknya norma baru yang kita siapkan ini bisa menjadi panduan agar nantinya pelaksanaan normal baru bisa lancar, tidak kelabakan,” katanya.

Meski sedang menyusun norma sebagai panduan normal baru, namun Ganjar menegaskan belum semua daerah di Jateng akan diperbolehkan menerapkan normal baru dalam waktu dekat. Beberapa daerah hijau sampai level bawah, dimungkinkan bisa menerapkan kebijakan itu.

“Kita bisa selektif untuk itu, makanya normanya kita siapkan agar normalnya bisa berjalan baik. Beberapa daerah hijau seperti Banyumas, Kota Tegal sudah kontak saya minta diterapkan, saya bilang uji coba dulu agar mereka latihan,” terangnya.

Selain menyusun panduan norma baru, Ganjar juga minta daerah mempersiapkan sejumlah sarana prasarana pendukung lainnya. Misalnya tenaga kesehatannya, Puskesmas, layanan kesehatan dan lainnya harus disiapkan betul.

“Sekarang mulai terasa beberapa sudah bergerak, tinggal sedikit yang perlu kita dorong agar fluktuasinya tidak terlalu tinggi dan grafiknya bisa sama. Meskipun ini tidak mudah, karena harus selektif. Misalnya Kota Semarang pasti belum, karena grafiknya masih meningkat. Kita siapkan untuk daerah yang sudah hijau,” tutupnya.



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *