Kasus Covid-19 di Jateng Terus Meroket, DPRD Minta Rapid Test Dimassifkan

oleh -22 views

SEMARANG, iNews.id – Perkembangan kondisi penyebaran kasus positif Covid-19 di Jawa Tengah yang terus meningkat pascapelonggaran kegiatan kemasyarakatan membuat prihatin sejumlah pihak termasuk kalangan anggota DPRD. Karena itu, DPRD meminta pemerintah provinsi (Pemprov) Jateng mengambil sejumlah langkah cepat memutus penyebaran kasus Covid-19.  

“Setelah pemerintah melonggarkan kegiatan masyarakat, jumlah positif Covid-19 terus meroket. Saya prihatin dengan kondisi ini,” ungkap Ketua DPRD Jateng, Bambang Kusriyanto, Senin (20/7/2020).

Bambang menjelaskan, berdasarkan pengamatannya saat ini masyarakat sudah melakukan kegiatan biasa seperti sebelum adanya pandemi Covid-19 seakan akan tidak ada pembatasan lagi. Di pasar pasar tradisional, kegiatan jual beli berjalan normal dan banyak terjadi kerumunan. Tempat hiburan dan wisata juga sudah buka seperti biasa. 

“Banyak kerumunan di pasar dan tempat wisata dan hiburan. Sayangnya banyak yang tidak mengenakan masker. Ini sangat rawan terjadi penularan,” katanya. 

Melihat kondisi tersebut, politisi yang akrab disapa Bambang Krebo ini minta Gubernur Ganjar Pranowo mengalokasikan bantuan penguatan imun masyarakat karena sampai saat ini belum ditemukan vaksin virus yang ditemukan pertama kali di Wuhan Cina ini. 

“Saya minta gubernur bisa membantu penguatan imun masyarakat dengan membagikan vitamin agar tidak mudah tertular. Terutama Vitamin C dan E,” ujarnya. 

Selain penguatan imun masyarakat, program jaring pengaman sosial (JPS) berupa bantuan sembako yang direncanakan sebanyak tiga tahap sampai Agustus 2020 diminta untuk dilanjutkan tiga tahap lagi sampai November 2020.

Pemprov Jateng juga diminta untuk memperbanyak pemeriksaan di masyarakat untuk memutus mata rantai penularan. Selain memperbanyak rapid test dan swab.

“Saya harap dilakukan pemeriksaan rapid test dan swab secara massif agar segera terputus mata rantai penularannya,” ucapnya. 

Upaya tersebut perlu dilakukan mengingat penanganan Covid-19 sudah dilakukan cukup lama namun kondisinya tidak kunjung membaik bahkan justru semakin parah. 

“Pemerintah baik eksekutif, legislatif dan TNI serta Polri termasuk jajaran kepala desa dan relawan sudah bekerja keras tetapi hasilnya malah semakin merah pekat. Jangan sampai dana triliunan yang dikeluarkan menjadi muspro,” katanya.

Editor : Kastolani Marzuki



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *