Jelang New Normal, Objek Wisata di Banyumas Lakukan Simulasi

oleh -169 views

Banyumas, Gatra.com – Objek wisata di wilayah Banyumas, Jawa Tengah, diminta memaksimalkan transaksi non tunai saat melayani pembelian tiket pada masa new normal pandemi COVID-19 . Pasalnya, jenis transaksi ini dapat mengurangi terjadinya kontak antara petugas dengan wisatawan yang berkunjung.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas, Asis Kusumandani mengatakan, untuk mempersiapkan protokol new normal, objek wisata yang dikelola oleh Pemkab Banyumas, Lokawisata Baturraden, hanya akan melayani pembelian tiket dengan non-tunai. Layanan tiket elektronik ini telah disediakan sejak setahun lalu.

“Untuk Lokawisata kita wajibkan untuk non tunai, jadi tidak bisa membayar (tunai) untuk menghindari kita bersentuhan dengan uang. Termasuk juga nanti ini belajar administrasinya lebih tertib dan lebih baik lagi,” kata dia, di sela simulasi protokol kesehatan new normal di Hutan Pinus Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, Banyumas, Rabu (3/6).

Dia menjelaskan, saat ini tiket masuk Lokawisata Baturraden hanya seharga Rp14.000, sudah termasuk asuransi. Tarif tersebut berlaku untuk wahana yang dimiliki seperti Cascade Alam, Teater Alam, Pemandian Air Panas, Mobil Genjot dan Kolam Renang.

Menurut Asis, meski beroperasi UPT Lokawisata Baturraden tidak akan membuka wahana kolam renang. Sebab, dikhawatirkan wahana tersebut justru menjadi tempat penularan virus COVID-19.

“Nanti percuma, walaupun renang menjaga jarak, tapi airnya campur. Kita tutup sampai batas waktu yang tidak ditentukan,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, Asis mengapresiasi simulasi protokol kesehatan secara mandiri yang dilakukan Perum Perhutani Kesatuan Pemangukuan Hutan (KPH) Banyumas Timur. Menurut dia, selain standar operasional prosedur, pengelola objek wisata juga perlu menyiapkan sarana dan prasarana pendukung.

Administratur KPH Banyumas Timur, Cecep Hermawan mengatakan, objek wisata Hutan Pinus Limpakuwus telah menerapkan tiket elektronik. Meski demikian, untuk metode pembayaran masih menggunakan uang tunai.

“Saat ini kita belum buka. Nanti begitu buka, sudah siap cashless-nya,” jelasnya.


Reporter: Nugroho Sukmono

Editor: Andik Sismanto


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *